Dewan Temukan Bibit Palsu, Kinerja Disbun Jambi Dipertanyakan

Dewan Temukan Bibit Palsu, Kinerja Disbun Jambi Dipertanyakan

Berita Jambi Berita Viral Parlemen

JAMBI – Dewan mendapat keluhan dari masyarakat, bahwa saat ini banyak beredar bibit palsu. Kinerja Disbun Provinsi Jambi kini dipertanyakan.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus II DPRD Provinsi Jambi, Juwanda usai menggelar rapat bersama pihak terkait, Senin (20/04/2020).

Baca juga : 1 Pasien Positif Covid-19 di Jambi Sembuh, Hari Ini Dibolehkan Pulang

Anggota Dewan dari Fraksi PKB itu, mengaku bahwa dirinya mendapat keluhan dari masyarakat, yang banyak membeli bibit palsu.

Untuk itu, dalam rapat pansus di ruang banggar gedung DPRD Provinsi Jambi itu, ia langsung mempertanyakan kepada OPD terkait. Dalam hal ini, yakni Dinas Perkebunan (Disbun).

“Kita tadi meminta data, bahwa ada keluhan dari masyarakat di bawah itu, beli bibit palsu. Jadi bibitnya dia beli, lebelnya Medan. Ternyata ditanam, tidak buah-buah.” Kata politisi Partai PKB itu.

Dirinya sangat menyayangkan, mengapa hal demikian bisa terjadi. Harusnya, setiap produk perkebunan itu ada interpensi dari dinas Perkebunan.

Lalu mengapa, ini bisa terjadi. Tentu yang semacam ini sangat merugikan masyarakat, golongan bawah.

“Harusnya kan ada interpensi dari Dinas Perkebunan. Seperti hal nya, umpannya Lebel halal, ada interpensi dari MUI. Kan gitu,” tegasnya.

Tak ayal, ia pun mempertanyakan mana sertifikat toko-toko penjualan bibit, yang sudah tersertifikasi dari Disbun tersebut.

Karena menurutnya, dinas Perkebunan Provinsi memiliki hak, dalam persoalan mensertifikasi setiap perusahaan yang menjual produk, atau bibit yang diperjual belikan ke masyarakat.

“Perkebunan kan memiliki hak untuk membuat sertifikat bibit-bibit itu. Masalahnya data toko-toko yang sudah tersertifikasi itu mana, biar kita langsung sosialisasikan ke masyarakat. Ini loh toko bibit asli, yang sudah tersertifikasi Dinas Perkebunan Provinsi Jambi,” jelasnya.

Lihat juga video : Detik-detik Kepulangan pasien 01 asal Tebo

Disayangkan, saat dewan mempertahankan data tersebut, namun Disbun Provinsi Jambi belum memberikannya, dengan dalih akan menyerahkan pada rapat berikutnya.

“Data itu belum kami terima tadi. Mereka berjanji akan menyiapkannya,” tandasnya. (Nrs)