Gula Pasir di Tanjabbar Mulai Sulit Dicari

Gula Pasir di Tanjabbar Mulai Sulit Dicari

Berita Bisnis Berita Daerah

TANJABBAR – Dua pekan menjelang ramadhan, keberadaan gula pasir di Pasar tradisional Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjabbar sepertinya mulai susah dicari, atau menghilang dari peredaran.

Buktinya, saat ini di pasaran harga gula pasir di Tanjabbar ini sangat fantastis, yakni Rp. 20 ribu perkilogramnya (Kg).

Baca juga : Pemprov Jambi Akan Kaji Dampak Ekonomi Akibat Corona

H.A Rahman, salah satu pedagang di Pasar Tangorajo Ilir mengaku bahwa harga gula pasir dipasar saat ini, mengalami kenaikan sangat tinggi di banding hari biasanya.

“Kalau biasanya harganya Rp. 14 ribu paling tinggi. Tapi sekarang sudah sampai Rp. 20 ribu perkilonya,” katanya, Kamis (9/4/20).

Selain itu, diakuinya persediaan stok Gula Putih juga sulit di cari. Bahkan, sempat tidak ada di pasaran.

“Kita berharap tidak ada penimbunan. Kita minta pihak terkait segera menangani ini, ” pintanya.

Menurut Rahman, biasanya mereka bisa mendapatkan 10 karung gula, dalam setiap pembelian.

Namun, kali ini hanya mendapatkan 1 karung gula. Itu pun, harus menunggu lama.

“Memang Susah nian. Ini saja berapa hari baru dapat, ini saya beli 3 hari lalu,” keluhnya menggunakan bahasa daerahnya.

Ia mengaku, akibat hal itu banyak pembeli bertanya kenapa harga mahal. Selain itu, banyak juga yang kecewa karena gula yang diharapkan, ada tidak tersedia.

“Banyak yang kecewa, harga mahal terus gula tidak ada,” ucapnya.

Ia menyebut, hal ini terjadi sudah lebih kurang sekitar 10 hari terakhir, yang ada Pasar Tanggo Rajo.

“Boleh di cek di toko lain, sama saja gulanya gitu juga. Saya biasa ngambil di Asean gula ini, tapi ini tidak ada juga,” bebernya.

Lihat juga video : Viral Wanita Muda Tergeletak di Jalan

Selai itu, kata dia dampak corona penjualan menurun. Biasanya bisa mendapatkan penghasilan, sebesar Rp 3 juta perhari. Namun, kali ini hanya Rp 1 juta, itupun sulit.

“Dapat setengahnya saja sudah susah sekali, jadi kita berharap sekali ada langkah dari pemerintah ini,” pungkasnya.
(hry)