Terungkap, Perselingkuhan Suami dan Ibu Kandung Kepergok Istri

Terungkap, Perselingkuhan Suami dan Ibu Kandung Kepergok Istri

Berita Viral Hukrim Nasional

SURABAYA – Terungkap, karena wabah Virus Corona atau COVID-19, perselingkuhan suami dan ibu kandung, akhirnya terbongkar oleh Karin (istri pelaku).

Dikutip dari jpnn.com Pandemi virus corona yang memaksa jutaan orang, bekerja dari rumah atau work from home (WFH), membuat Karin -bukan nama sebenarnya- jadi tahu kelakuan, Perselingkuhan Suami dan ibu kandungnya.

Anggap saja ibu Karin itu, punya nama panggilan Sephia.

Pada suatu Minggu, Karin tengah bersih-bersih rumah. Tanpa sengaja, dia menemukan benda asing di atas ranjang ibunya.

Barang itu adalah botol, bertuliskan lubricant. Isinya tentu saja pelumas.

Karin tak tahu mengapa barang itu bisa terletak di ranjang ibunya. Saat itu perasaan Karin campur aduk antara kesal dan penasaran.

Awal Cerita

Perempuan yang tak lama lagi menginjak usia paruh baya itu pun cuma membatin, jangan-jangan ibunya punya kekasih. Maklum, Sephia memang sudah malam berstatus janda.

“Yo opo maneh yo, ibukku iku wong omahan. Gak tahu srawung opo maneh metu jalan-jalan (Ya apa lagi ya, ibuku orang rumahan. Tak pernah bergaul apalagi keluar jalan-jalan, red),” kata Karin mencurahkan unek-uneknya di sebuah kantor pengacara dekat Pengadilan Agama Kelas IA Surabaya, Selasa (31/3).

Namun, Karin sudah punya dugaan. “Ya aku mikire selingkuh ambek sing cedek-cedek (Aku menduganya selingkuh dengan yang dekat-dekat saja, red),” katanya.

Baca juga : Pulang Hindari Corona, Suami Malah Temukan Istri Selingkuh

Namun, Karin hanya memendam penasarannya. Dia khawatir ibunya yang sudah berusia 58 tahun bakal sewot jika ditanya soal lubricant di atas kasur.

Sayangnya, Sephia justru menjalin asmara dengan Donwori -bukan nama sebenarnya- yang notabene suami Karin. Gampangnya, asmara Sephia dan Donwori adalah hubungan terlarang mertua dengan menantunya.

Saat Ketahuan

Karin mengetahui Donwori dan Sephia menjalin asmara, karena ketidaksengajaan.

Suatu hari Karin lulang lebih cepat, karena kantornya memberlakukan WFH.

Saat Karin tiba di rumah, suasananya tengah sepi. Karin langsung masuk saja karena memang rumah sendiri.

Biasanya Karin sampai rumah langsung mendapati Donwori tiduran di depan televisi. Profesi Donwori adalah driver layanan transportasi berbasis aplikasi.

Namun, Karin yakin banget suaminya sedang tidak bekerja, karena situasi yang sedang sepi akibat pandemi corona. Sementara Sephia, yang biasanya terlihat sibuk mengerjakan urusan rumah tak terlihat.

Karin lantas menuju kamar Sephia, karena khawatir terjadi sesuatu pada ibunya. Namun, Karin justru menemukan pemandangan, yang membuatnya tak bisa berkata-kata.

Ada dua orang berlainan jenis, bergumul di dalam kamar. Karin mengenal kedua orang yang tak lain Sephia, dan Donwori.

Kedatangan Karin membuat Sephia dan Donwori kaget. Namun, tak ada kata yang terucap baik Sephia ataupun Donwori.

Pikiran Karin langsung menyalahkan Donwori. Dia menyangka ibunya tak mungkin ganjen.

Saat itu juga Karin menyalahkan Donwori. Dia pikir suaminya memang bejat, dan doyan wanita tua.

Karin pun berkemas dan mengajak Sephia pergi meninggalkan rumah. Harapannya agar dia dan ibunya bisa menjauh dari dari Donwori.

Namun, Sephia justru menolak ajakan Karin. Dari situlah Karin mulai paham bahwa ibunyalah yang merebut Donwori.

“Sakjane aku sing terlalu husnuzan nak ibuk. Tak pikir ibukku korban, tibake oknum, pelakune dewe (Sebenarnya aku yang terlalu berprasangka baik kepada ibu. Saya pikir ibuku yang jadi korban, ternyata oknum, dia pelakunya, red),” kata Karin.

Sejak itulah Karin minggat bersama dua anaknya. Dia memasrahkan urusan kumpul kebo, suaminya dengan Sephia kepada Tuhan dan ketua RT di tempat tinggalnya. (*)