Tak Bisa Kerja Saat Corona, Keluarga Ini Menahan Lapar 4 Hari

Tak Bisa Kerja Saat Corona, Keluarga Ini Menahan Lapar 4 Hari

Berita Viral Nasional

BANTEN – Tak bisa kerja saat wabah Virus Corona, membuat kondisi ekonomi keluarga ini menurun. Mereka pun terpaksa menahan lapar, selama empat hari.

Virus Mewabahnya Corona atau Covid-19 di wilayah di Provinsi Banten, mulai berdampak bagi masyarakat. Masyarakat yang bergantung pada pendapatan harian, kini semakin penurun drastis.

Baca juga : 162 Santri Dari Jawa Timur Tiba di Tanjabbar

Kondisi tersebut dialami Yuyun Cahyaningsih (37), warga Kelurahan Pemancangan Baru, Kecamatan Cipocok jaya, Kota Serang.

Yuyun sehari-hari bekerja sebagai buruh besi, setelah wabah virus mulai meluas dia pun tidak bisa lagi berkerja. Karena banyak warga yang bertahan di rumah, dan melakukan aktivitasnya sendiri.

Kondisi tersebut dibatalkan Yuyun, suami dan dipindahkan memegang lapar.

“Jadi saya enggak punya pemasukan gara-gara Corona ini. Kan enggak boleh keluar, jadi orang-orang ngegosok sendiri. Anak saya bisa bicara puasa, mulai dari Senin sampai Kamis kemarin,” kata Yuyun, Jumat (3/4) dikutip dari Merdeka.com.

Dalam Kondisi ini, suami yang sebelumnya bekerja sekarang meringkuk sakit, dan tak bisa menyediakan biaya tambahan untuk keluarga.

Beruntung Yuyun bersama keluarga tinggal di rumah peninggalan keluarga suami, jadi tidak mengeluarkan biaya untuk membayar tempat tinggal.

“Sakitnya (kepala), sudah lama. Ga kerja, buruh lepas,” katanya.

Saat Yuyun mengeluhkan dengan apa yang dihadapinya ke salah satu tetangga, ia menunjuk untuk mengadu ke Relawan Banten Melawan Corona (RBMC).

Usai mengunduh RMBC, Yuyun akhirnya mendapatkan bantuan. Relawan kemudian merekomendasikan rumah Yuyun, dan memberikan bantuan untuk kebutuhan Yuyun dan kebutuhan.

“Saya ngeluh enggak punya beras, gosok saya sepi. Kemarin saya bingung, terus disuruh kontak Untirta (RBMC) peduli. Kepepet, saking kepepetnya, malu sebenarnya mah,” terangnya.

Bantuan

Koordinator RBMC yang juga Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Hendra Leo Munggaran mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk kepedulian antar sesama.

Leo menerima, bantuan yang diberikan kepada keluarga Yuyun berasal dari para donatur dan relawan, yang bukan hanya berasal dari wilayah Banten saja.

“Ini sebagai salah satu bentuk kita membantu masyarakat Banten. Semua elemen harus bahu membahu menyelesaikan bangsa kita ini. Semoga kita semua bisa melewati masa depan krisis ini,” imbuhnya.

Leo pun berharap, di tengah kondisi Pandemi Covid 19 ini, semakin banyak warga yang memiliki kemampuan ekonomi, membantu warga lain yang kesulitan di tengah kondisi saat ini. (*)