Ponpes Darul Aufa Muaro Bulian Diliburkan, Ini Pesan Ustadz

Ponpes Darul Aufa Muaro Bulian Diliburkan, Ini Pesan Ustadz

Batanghari Berita Daerah Pendidikan

BATANGHARI – Guna menghindari penyebaran Virus Corona atau COVID-19, terhadap santrinya, Ponpes Darul Aufa di Muaro Bulian diliburkan.

Maraknya Virus Corona saat ini, bukan lagi menjadi rahasia umum bagi masyarakat. Tak ayal, seluruh sekolah di Provinsi Jambi diliburkan hingga waktu yang ditentukan.

Baca juga : Kisah Tentang Ibunda Jokowi, Sekolah dan Menikah Muda

Tak hanya sekolah, ada juga pesantren yang kini sepakat untuk meliburkan para santrinya, guna menghindari wabah Virus Corona tersebut. Salah satunya yakni, Ponpes Darul Aufa yang berada di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muara Bulian Batanghari Jambi.

Sebelumnya, pihak pesantren telah mengadakan rapat internal bersama para guru, mengenai prose pembelajaran santrinya ditengah mewabahnya Virus Corona ini.

Dari hasil rapat tersebut, mereka pun menyepakati bahwa santri akan diliburkan dan diistirahatkan, mulai hari Minggu tanggal 29 Maret 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Aufa, Al-Ustad Syaifudin melalui akun pesan WhatsApp, kepada wali Santri.

Saat dikonfirmasi, Ustadz Syaifudin membenarkan, bahwa pihaknya akan meliburkan para santri di pesantren nya, tertera tanggal tersebut.

“Memang betul, kami melaksanakan pertemuan dan rapat tentang kegiatan proses pembelajaran di Ponpes ini. Dan kami pengurus Pondok Pesantren beserta para tenaga pengajar, menyepakati meliburkan para santri mulai hari Minggu tanggal 29 Maret 2020 mendatang.” Katanya, Jum’at (27/03/2020).

Untuk itu, nanti para santri ini akan dipulangkan dengan dijemput oleh orang tuan atau wali santri masing-masing.

“Memulangkan para santri ini, guna pencegahan dari pada mewabahnya Virus Corona, yang saat ini telah banyak memakan korban. Untuk itu kepada santri kami pulang ke rumah, jangan sampai mampir lagi ketempat keramaian.” Bebernya.

Lihat juga video : Update Data Terbaru COVID-19 di Provinsi Jambi

Oleh karena itu, guna memastikan Satri tersebut benar-benar pulang ke rumah, dan tidak mampir dulu. Maka pihak pesantren, meminta agar dijemput langsung oleh orangtuanya.

“Karena kita takut kalau pulang sendiri, mereka akan berkeliaran atau mampir kemana -mana.” Terangnya. (Ali Kucir)