Beredar Edaran Gubernur Larang Berhubungan Badan, Ternyata Hoaks

Beredar Edaran Gubernur Larang Berhubungan Badan, Ternyata Hoaks

Berita Viral Nasional

JAKARTA – Heboh, belakangan ini beredar surat edaran dari Gubernur DKI Jakarta, bahwa suami istri dilarang berhubungan badan, ditengah wabah Virus Corona. Ternyata, Hoaks.

Dikutip dari Suara.com warganet dihebohkan dengan beredar Surat Edaran, yang berisikan seruan Gubernur DKI Jakarta mengenai penghentian sementara hubungan suami istri dalam upaya menekan penyebaran Virus Corona atau COVID-19.

Baca juga : ODP Virus Corona di Jambi Bertambah Jadi 12 Orang

Baca juga : 1 Pasien ODP di Jambi Meninggal Dunia, Jubir Sebut Orang Dekat Agar Tes Kesehatan

Baca juga : Waspada Virus Corona, Gubernur Kembali Keluarkan Imbauan

Namun, belakangan ini, Kekinian dipastikan surat edaran dengan informasi tersebut, tidak benar alias Hoaks.

Seperti diberitakan kantor berita Antara pada Kamis (26/3/2020), Surat Seruan Gubernur DKI mengenai penghentian sementara hubungan suami istri itu, bernomor 6 Tahun 2020.

Isi Sebenarnya

Padahal, Surat Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Nomor 6 Tahun 2020 itu, yakni berisikan tentang penghentian sementara kegiatan perkantoran, dalam rangka mencegah penyebaran Wabah COVID-19. Bukan berhubungan badan.

Dalam Surat Seruan Nomor 6 Tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta meminta seluruh perusahan di wilayah Jakarta, untuk secara serius melakukan hal-hal beberapa hal.

Berikut Isi Edaran Gubernur :

  1. Menghentikan seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu, menutup fasilitas operasional, dan melakukan kegiatan berusaha dari rumah.
  2. Bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total kegiatan perkantorannya, diminta mengurangi kegiatan tersebut sampai batas minimal (jumlah karyawan, waktu kegiatan, dan fasilitas operasional). Mendorong sebanyak mungkin karyawan untuk bekerja dari rumah.
  3. Memperhatikan Surat Edaran Menteri Manusia No. M / 3 / HK.04 / III / 2020 tentang Perlindungan Pekerja / Buruh dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19.
  4. Seruan ini berlaku 14 hari terhitung mulai tanggal 23 Maret 2020 hingga 5 April 2020.
  5. Informasi terkait:

Baca juga : Kecam Sikap DPRD Kota Jambi, Gubernur BEM Unja Akan Surati Pimpinan Parpol

Baca juga : Beginilah Ketika Virus Corona, Hobi Mancing Tak Bisa Ditahan Lagi

Anies menerbitkan Surat Seruan Nomor 6 Tahun 2020, guna menghambat penyebaran wabah COVID-19 yang terus meningkat pesat, dan mengingat Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu pusat sebaran wabah COVID-19.

Serta telah ditetapkannya Jakarta, sebagai Tanggap Tanggap Darurat Bencana. (*)