41 Warga Jatim Positif Corona, Ini Rinciannya

41 Warga Jatim Positif Corona, Ini Rinciannya

Berita Viral Nasional

JATIM – Heboh, baru-baru Jatim kembali gegerkan masyarakat Indonesia. Betapa tidak, saat ini sudah sebanyak 41 warga dinyatakan positif Corona.

Dikutip dari Merdeka.com sebanyak 41 warga Jawa Timur, dinyatakan positif corona. Mereka tersebar di sejumlah wilayah di Jatim. Kasus positif corona terbanyak berasal dari Kota Surabaya.

“Hingga pukul 18.00 WIB hari ini, jumlah orang yang dinyatakan positif 41 orang dan tersebar di beberapa daerah,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu (22/3).

Rinciannya yakni Kota Surabaya sebanyak 29 orang, 5 orang dari Malang Raya, 3 orang dari Kabupaten Magetan, 3 orang dari Kabupaten Sidoarjo serta 1 orang di Kabupaten Blitar.

Baca juga : Kabar Baik, 2 Pasien Corona di Jambi Dinyatakan Negatif

Baca juga : Bupati Tekankan OPD Tingkatkan SAKIB

Sementara untuk data berstatus orang dalam pemantauan (ODP) di Jatim tercatat sebanyak 999 orang, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya mencapai 88 orang.

Dengan bertambahnya pasien positif dari Kabupaten Blitar, maka di wilayah tersebut saat ini statusnya menjadi daerah terjangkit.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu tak berhenti mengingatkan agar masyarakat selalu waspada dan memaksimalkan langkah-langkah pencegahan Covid-19.

“Tinggal di rumah, kecuali hal sangat penting. Tetap jaga jarak, olahraga dan selalu jalankan pola hidup sehat. Sekali lagi, mohon jangan mengundang atau datang ke tempat keramaian,” kata Khofifah.

Baca juga : Mahasiswa UIN Jambi Disuruh Pulang Dari Bandung, ODP Covid-19 Jadi 212

Baca juga : Aktivitas Belajar Mengajar Dihentikan, Rektor UIN Jambi Instruksikan Sistem Online

Hal senada disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Heru Tjahjono tidak membantah adanya salah seorang asal Sidoarjo, yang sehari-harinya bertugas sebagai pejabat setingkat kepala seksi di Dinas Perhubungan setempat positif Covid-19.

“Kepala Dinas Perhubungan segera saya panggil, dan satu bidang di kantor itu diliburkan kerja selama 14 hari, kemudian diperiksa satu-satu,” katanya.

3 Pasien Positif di Magetan

Bupati Magetan Suprawoto mengatakan saat ini ada tiga warga kabupaten setempat, yang dinyatakan positif terpapar virus corona. Semuanya telah diisolasi di RUSD dr Soedono Madiun.

Bupati merinci, ketiga warga Magetan yang positif Covid-19 tersebut adalah istri pasien corona dari Solo yang meninggal dan dimakamkan di Magetan pada 11 Maret lalu. Perempuan 55 tahun tersebut telah diisolasi di RSUD dr Soedono Madiun sejak tanggal 13 Maret 2020.

“Sementara dua tambahan warga Magetan lainnya, yang juga positif corona adalah teman pasien positif corona yang meninggal di solo beberapa waktu lalu. Keduanya merupakan pasangan suami istri, dan sempat mengikuti seminar di Bogor,” ujar Bupati Suprawoto.

1 Pasien Dirawat di RSUD Pare

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pare, Kabupaten Kediri merawat seorang pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

“Ini tadi barusan keluar hasilnya (positif terinfeksi virus corona). Itu rujukan dari Blitar,” kata juru bicara tim komunikasi penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Bambang Triono di Kediri.

Dia mengatakan, pasien tersebut sudah dirawat sekitar tiga hari lalu setelah dirujuk dari rumah sakit di Blitar. Setelah menunggu untuk hasil tes kesehatan, ternyata yang bersangkutan positif terinfeksi.

Baca juga : Update Data Pasien dan Upaya Timdu Corona di Jambi

Dia menambahkan, yang bersangkutan merupakan warga Kabupaten Blitar. Ia sebelumnya pernah mengadakan kontak dari Bogor (berkunjung ke Bogor), dan setelahnya langsung pulang ke rumahnya di Kabupaten Blitar.

Ia juga menambahkan, kendati kondisi pasien yang positif terinfeksi virus corona tersebut baik, yang bersangkutan tetap akan dilakukan pemantauan sesuai dengan protokol yang berlaku.

Sementara itu, secara total di Kabupaten Kediri ada 16 warga yang sudah masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP), serta dua orang yang masuk pasien dalam pengawasan (PDP).

Masa Belajar di Rumah Diperpanjang

Pemprov Jatim memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan di wilayah setempat, sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Sebelumnya sampai 29 Maret 2020, tapi diperpanjang hingga 5 April 2020,” ujar Khofifah.

Menurut dia, keputusan itu diambil mengingat semakin bertambahnya kabupaten/kota di wilayah provinsi setempat sudah masuk dalam kategori terjangkit Covid-19.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga meminta agar tugas-tugas yang diberikan pada peserta didik dalam masa belajar di rumah diprogramkan sesuai kurikulum berlaku.

Baca juga : Cegah Corona, UPTD Samsat Tanjabbar Ditutup

“Dengan tetap mempertimbangkan waktu dan tingkat kesulitan siswa, baik dalam aspek teknis maupun substansi pembelajaran,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi.

Untuk kesuksesan proses belajar di rumah, lanjut dia, juga diharapkan sekolah melaporkan pelaksanaan proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan secara berjenjang ke dinas. (*)