Berita Jambi Kito Diduga karena dihina buruh sawit, motif pembunuhan di Kumpeh dengan Egrek, alat dodos sawit.

Dihina Buruh Sawit, Motif Pembunuhan di Kumpeh Dengan Egrek

Uncategorized

JAMBI – Tersangka penganiayaan yang menyebabkan Tugianto (52) meninggal dunia pada Jum’at (3/3/20) di RT 05 Desa Muaro Kumpeh Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi, berhasil ditangkap Polisi. Diduga karena dihina buruh sawit, motif pembunuhan di Kumpeh dengan egrek.

Tersangka ini ternyata merupakan keluarga korban atau saudara jauh korban. Muhammad Tamrin (33) tersulut dendam yang dipendam sejak dua tahun lamanya.

“Dendam dari dua tahun yang lalu sampai sekarang. Oleh korban, tersangka ini selalu dihina di kalangan keluarga karena pekerjaan tersangka sebagai buruh tani pendodos sawit, yang menurut korban tidak akan bisa merubah nasib hidupnya,” ungkap Kapolres Muaro Jambi, AKBP Ardiyanto S.Ik, MH.

Masih dikatakan Kapolres dilansir Serambijambi.id media sindikasi Dinamikajambi.com bahwa setiap ada kumpul keluarga tersangka ini selalu dihina oleh korban karena pekerjaan sebagai buruh tani yang tidak akan bisa merubah nasib hidupnya. Hinaan ini, motif pembunuhan di kumpeh

Kronologi Kejadian Pembunuhan di Kumpeh

Lanjut AKBP Ardiyanto, tersangka dan korban ini sama sama satu kampung, sama sama tinggal di Desa Muaro Kumpeh.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah kita periksa, kejadian itu terjadi pada hari Jumat (13/3/20) sekira Pukul 06.30 WIB di belakang rumah korban, di RT 05 Desa Muaro Kumpeh,” ungkapnya.

“Saat itu, tersangka ini tiba-tiba berlari dari jalan, masuk kedalam rumah korban melalui pintu depan dan mengejar korban yang berada di dalam rumah. Mengetahui dikejar, korban juga sempat berlari melalui pintu belakang untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Saksi sempat mendengarkan korban menjerit dari luar rumah. Saksi kemudian melihat keluar rumah dan melihat korban sudah hendak dibacok oleh tersangka dengan menggunakan egrek.

“Melihat kejadian itu, saksi kemudian berlari melalui pintu depan untuk mencari pertolongan dari warga sekitar. Namun naas, korban telah lebih dahulu dibacok oleh tersangka menggunakan egrek sawit yang akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP,” kata Kapolres.

Baca Juga : Buruh Kasar Ilegal Drilling di Batanghari Ditangkap Polisi

Baca Juga : Emak-emak Pedagang Sayur Dibacok, Tewas di Jalan Kumpeh Ulu

Tersangka berhasil di amankan pada pukul 08.00 WIB dan dibawa ke Polsek Kumpeh Ulu untuk proses lebih lanjut.

Selain berhasil mengamankan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 1 buah egrek sawit.

“Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya lima belas tahun,” tandasnya (Syah/SJ)