Karhutla di Riau Meluas, Bagaimana Dengan Jambi ?

Karhutla Di Riau Meluas, Bagaimana Dengan Jambi ?

Nasional

PEKANBARU – Memasuki penghujung bulan Februari 2020 ini, kejadian Karhutla di Provinsi Riau makin meluas, bahkan puluhan oknum sudah ditetapkan sebagai tersangka. Lalu bagaimana dengan Jambi ?

Dilansir dari JPNN.com Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Riau, menyatakan sudah ada 21 orang tersangka pelaku pembakaran lahan di Provinsi Riau selama dua bulan terakhir.

“Jumlah terjadinya perkara 16 kasus, tersangka 21 orang,” kata Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Sabtu (29/2).

Pemprov Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla, sejak 11 Februari hingga 31 Oktober 2020.

Ia menjelaskan, seluruh kasus tersebut ditangani oleh jajaran Polda Riau. Semuanya adalah tersangka perseorangan, belum ada terduga dari korporasi. Hingga kini seluruh kasus masih proses penyelidikan, belum ada yang ke pengadilan.

Sedangkan luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau sejak 1 Januari hingga akhir Februari 2020 sudah lebih dari 341,27 hektare yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.

Dari 12 kabupaten dan kota di Riau, hanya Kabupaten Kuantan Singingi dan Rokan Hulu yang hingga kini belum terjadi karhutla.

Karhutla paling luas tercatat di Kabupaten Siak mencapai 105,97 ha. Kemudian di Bengkalis 89,9 ha, Indragiri Hilir (49,6 ha), Dumai (46,8 ha), Indragiri Hulu (21,5 ha), Kepulauan Meranti (12,5 ha).

Selain itu, karhutla juga terjadi di Kota Pekanbaru (6 ha), Pelalawan (5 ha), Kampar (2,75 ha) dan Rokan Hilir (1,25 ha).

Lokasi karhutla paling banyak di daerah pesisir seperti Bengkalis, Dumai dan Kepulauan Meranti.

Baca juga : Antisipasi Awal, Dewan Akan Panggil OPD di Jambi Tanggulangi Karhutla 2020

Baca juga : Gubernur Terima Kunjungan Kapolda Jambi

Khusus karhutla di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, hingga kini sulit dipadamkan karena masih mengalami berbagai kendala di lapangan. Pulau Rupat adalah pulau terluar di pesisir Provinsi Riau yang secara administrasi masuk ke Kabupaten Bengkalis. Daerah ini terus mengalami karhutla setiap awal tahun.

“Kendala angin kencang serta sumber air yang minim. Akses juga cukup sulit ke lokasinya,” kata Edwar yang juga Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.

Pemadaman di Rupat terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta unsur dunia usaha.

Lalu Bagaimana Dengan Jambi

Sementara itu, untuk di Provinsi Jambi sendiri saat ini masih dalam keadaan aman. Belum ada kejadian yang terjadi kebakaran.

Kata Ketua DPRD Provinsi Jambi

Tak mau mengulang dilema kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang menjadi sejarah kelam Jambi setiap tahunnya, Ketua DPRD Provinsi Edi Purwanto akan panggil seluruh OPD guna antisipasi Karhutla 2020.

Ia menambahkan, bahwa sesuai dengan pantauan BMKG Jambi, musim kemarau di tahun 2020 ini akan terjadi begitu panjang. Sehingga perlu dilakukan persiapan, dalam menangani Karhutla yang akan terjadi kedeapnnya.

“Kalau diliat dari prediksi BMKG masa kemarau kita panjang, kalau tidak ada deteksi dini dan persiapan diri dari sekarang bahaya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memanggil para Kepala Desa yang ada di Provinsi Jambi, untuk terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut.

Pemprov Juga Sampaikan Hal Yang Sama

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jambi Fachrori Umar, ketika menerima kunjungan dari Polda Jambi Irjen Pol Firman Shatiabudy beberapa waktu lalu di Kantor Gubernur, kawasan Telanaipura Jambi.

Dalam pertemuan tersebut, mereka  membahas tentang beberapa konflik yang kerap kali terjadi di Provinsi Jambi, salah satunya yakni Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengajak seluruh jajarannya untuk lebih fokus, dalam menghadapi permasalahan tersebut kedepannya. (*/Nrs)