Serem, Lebih Dari 10 Makam Ini Hilang Terbawa Arus Sungai

Serem, Lebih Dari 10 Makam Ini Hilang Terbawa Arus Sungai

Berita Viral Nasional

BOGOR – Akibat Longsor hebat, 10 Makam di TPU kawasan Bogor hilang, dan hanyut terbawa arus sungai.

Dikutip dari Detik.com Longsor ini terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Nangerang, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Akibatnya, lebih dari 10 makam hilang terbawa arus longsor, dan hanyut ke sungai.

Keterangan Ketua RT

Ketua RT 03/03 desa setempat Dede Karmaji mengatakan, tebing 20 meter di lahan TPU Kampung Nangerang longsor pada dua hari lalu (25/2/2020). Panjang longsor mencapai 300 meter.

“Kejadian longsor yang terakhir itu sih sudah sekitar dua hari lalu. Sebelumnya hujan deras, kemudian sungai yang di bawahnya banjir. Terus itu terjadi longsor. Banyak makam yang ikut ambrol, banyak tulang belulang yang terbawa arus sungai,” kata Karmaji ditemui di rumahnya, Kamis (27/2/2020).

“Perkiraan ada lebih dari 10-15 makam. Kalau keseluruhan di makam itu ada ratusan makam,” sambung Karmaji.

Baca juga : Gagal, Caleg Gerindra Nekat Bongkar 4 Makam Sekaligus

Pantauan di lokasi, pada tengah tebing yang longsor nampak kain kafan yang menggantung, dari tiga makam yang tulang belulangnya sudah terbawa longsor dan hanyut ke Sungai Cigading.

Sementara di tengah aliran sungai Cigading, tergeletak pondasi makam yang terjatuh akibat longsor.

TPU Kampung Nanggerang ini, memang berada di lahan yang cukup jauh dari pemukiman warga. Lahan tersebut berada persis di sisi aliran Sungai Cigading, yang alirannya bermuara ke Sungai Cisadane.

TPU khusus untuk warga 06 Kelurahan Ranggamekar itu, tampak tak terawat. Rumput-rumput tinggi tumbuh di mana-mana. Banyak makam yang bahkan sudah tidak bisa dikenali, karena ditumbuhi rumput dan rata dengan tanah tanpa batu penanda.

Karmaji menyebut, lahan pemakaman yang awalnya seluas 4.000 meter tersebut kini hanya tersisa sekitar 1.500-an meter. Penyusutan lahan tersebut, kata Karmaji, terjadi akibat longsor yang terus terjadi sejak lama.

“Jadi posisi makam itu kan di pinggir aliran Sungai Cigading. Nah tebing itu berada persis di lengkungan aliran air, jadi tergerus terus. Ujungnya ya longsor. Terus terkikis tebingnya, longsor, makam yang ada di atasnya kebawa ke sungai,” beber Karmaji. (*)