Miris, Oknum Kepsek Gauli Muridnya Sejak 4 Tahun Silam

Miris, Oknum Kepsek Gauli Muridnya Sejak 4 Tahun Silam

Berita Viral Hukrim Nasional

BADUNG – Lagi-lagi dunia pendidikan kembali tercoreng, oleh tenaga didik yang seharusnya menjadi teladan bagi muridnya. Kali ini, prilaku bejad ini dilakukan oleh oknum Kepala sekolah (Kepsek) kepada siswinya, yang masih berstatus pelajar.

Guna melancarkan aksinya, pelaku memberikan hadiah boneka kepada korban masih SD, dan jam tangan ketika sudah sekolah di SMP. Mirisnya, kelakuan bejad ini sudah dilakukan sejak 2016 lalu, hingga tahun 2020.

Dikutip dari Pojoksatu.id Satuan Reserse Polres Badung masih terus mendalami, kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh WS oknum Kepsek, 46, terhadap muridnya IAMOCD,16, yang terjadi sejak 4 tahun silam dari 2016 hingga 2020.

Baca juga : Miris, Dua Bocah Kembar Ini Jadi Korban Pencabulan Ayah Tirinya

Kasatreskrim Polres Badung AKP Laurens Rajamangapul Heselo menerangkan, Selasa (25/2), bahwa pihaknya masih mencari fakta atau barang bukti, terkait kasus tersebut.

Barang Bukti

Salah satu barang bukti kunci yang sedang ditelusuri keberadaannya oleh pihak Reskrim, adalah foto bugil korban yang diduga digunakan mengancam korban saat ingin melakukan hubungan intim dengan korban.

“Kami masih mendalami kasus ini. Salah satunya mencari keberadaan foto bugil yang digunakan pelaku untuk mengancam korban. Kami belum menemukan foto tersebut,” terangnya saat dikonfirmasi awak media.

Ikhwal keberadaan foto tersebut, menurut Kasatreskrim asal Papua ini, berasal dari keterangan korban kepada penyidik.

“Itu keterangan dari korban bahwa foto itu (foto bugil) ada, namun korban tidak memiliki, katanya ada di tersangka, kami masih telusuri keberadaannya,” jelasnya kembali.

Mengenai pengancaman dalam hubungan antara tersangka dan korban selama ini, pihak Satreskrim Polres Badung belum berani menyimpulkan secara pasti, apakah korban benar-benar diancam atau tidak oleh tersangka.

“Kami tidak bisa menyimpulkan korban diancam, korban hanya dirayu dengan berbagai cara sampai mau melakukan hubungan intim. Apapun yang dilakukan tersangka tetap salah, karena ini anak di bawah umur,” tegasnya.

Kasatreskrim juga menegaskan bahwa pihaknya dalam mengungkap kasus ini benar-benar menerapkan prinsip kehati-hatian karena korban masih di bawah umur.

Saat pendalaman kasus ini juga terungkap, ternyata tersangka menjanjikan beberapa hal agar korban mau berhubungan dengannya.

Namun AKP Laorens enggan membeberkan hal tersebut. “Memang dia menjanjikan sesuatu kepada korban, namun kami tidak bisa membuka ke media karena ini isu sensitif, dan privasi,” tambahnya.

Walaupun berulang kali melakukan hubungan intim dengan korban, kepala sekolah bejat yang kini dinonaktifkan tersebut menggunakan alat kontrasepsi agar korban tidak hamil.

“Tersangka mengaku menggunakan alat kontrasepsi (kondom) setiap berhubungan agar korban tidak hamil. Tersangka juga memiliki anak yang sebaya dengan korban,” terang AKP Laorens

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk memuluskan penyaluran nafsu birahinya, tersangka pernah memberikan hadiah boneka ketika korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), dan jam tangan ketika SMP. Korban juga pernah diberikan uang ratusan ribu oleh tersangka. (*)