Nunggak 21 Hari Mobil Ditarik, Ini Jawaban MPM Finance

Nunggak 21 Hari Mobil Ditarik, Ini Jawaban MPM Finance

Berita Bisnis Berita Daerah Berita Viral

JAMBI – Kasus kredit pembiayaan kendaraan, heboh dalam beberapa waktu belakang. Setelah Putusan MK, kasus nunggak alias telat pembayaran 21 hari gegerkan publik lantaran mobil ditarik leasing. Berikut ini, jawaban MPM Finance.

Supervisor Colection Head PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM), Okto Sihombing menjawab penarikan unit oleh timnya pada 12 Februari lalu saat disambangi Dinamikajambi.com, Senin 24 Februari 2020. Bilangnya, pihaknya sudah menjalani prosedur.

“Jatuh tempo pada 19 Januari. Masih di bulan Januari, SP (Surat Peringatan) 1 keluar pada tanggal 26 Januari,” buka Okto menjelaskan.

Baca juga : Sadis, Telat 1 Bulan, Mobil Truk Warga Tebo Ditarik di Jalan

Baca Juga : Debt Colector Tarik Mobil, Warga Sarolangun Diturunkan di Jalan

Surat peringatan dikeluarkan leasing pada 7 hari keterlambatan. Okto mengatakan, surat tidak diindahkan. Lalu pada 26 Januari mereka mendatangi konsumen.

“Ada janji bayar disitu, pernyataan lengkap, jelas, jika tidak melakukan pembayaran, sukarela menyerahkan unit,” terangnya.

Dalam kunjungan ini, awak media mengkronfrontasi pernyataan konsumen, Amril yang mengaku tak memberikan surat penyerahan unit pada Okto. Pun demikian, Amril mengaku tak menandatangani penyerahan unit saat penarikan di jalan pada 12 Februari lalu.

Lihat juga video : Klik Disini

Baca Juga : Ketat, Ini Dia Rating Alexa Media Online di Jambi

Namun Okto berdalih, bila penarikan unit itu telah memuat pernyataan penyerahan unit oleh istri konsumen.

Sempat terjadi adu argumen konsumen dan leasing. Ini belum terkait surat putusan pengadilan sebagaimana Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tanggal 6 Januari 2020 yang tak dikantongi oleh leasing.

Surat Penarikan

MPM Finance hanya mengantongi surat peringatan yang dikeluarkan bagian penagihan, sebagai alat penarikan unit.

Masih dikatakan Okto, setelah peringatan 1, pihaknya mengeluarkan SP 2 pada 3 Februari dan SP 3 pada 10 Februari.

“Tanggal 10 keluar surat peringatan terakhir. Itulah dasar kita. Terbit secara sistem, itulah surat tugas kita,” katanya.

Keluarnya surat itu pada 10 Februari, Okto mengatakan pihaknya bertemu unit tersebut yang tengah membawa batu. Hingga pada 12 Januari, penarikan unit dilakukan di Mayang Kota Jambi. (Red)