Gelombang Tinggi, Aktivitas Nelayan di Tanjabbar Mandek

Gelombang Tinggi, Aktivitas Nelayan di Tanjabbar Mandek

Berita Jambi

TANJABBAR – Angin kencang disertai ombak tinggi di wilayah perairan Tanjung Jabung Barat, berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Gelombang tinggi membuat Aktivitas nelayan di Tanjabbar menjadi terganggu alias mandek.

Akibat adanya perubahan cuaca ekstrim ini, membuat sebagian aktivitas nelayan terhenti, bahkan tidak sedikit dari mereka yang enggan untuk pergi melaut dari pada mengambil resiko.

“Selama ini, sejak ada perubahan cuaca ekstrim tidak sedikit terjadi musibah kapal maupun pompong nelayan tenggelam. Akibat diterjang angin dan ombak,” ujar Hamdan, salah satu nelayan, Sabtu (22/2/20).

Lihat video : Aksi orang tua korban pencabulan di Jambi

Ia menyebut, saat ini ia bersama nelayan lainnya lebih banyak menghabiskan waktu dengan membuat jaring dan menjahit jaring yang sudah robek.

“Saat ombak tinggi seperti sekarang ini, hasil tangkapan tidak menentu. Apalagi angin kencang disertai ombak tinggi,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Sopian, nelayan senior yang sudah puluhan tahun bergelut sebagai nelayan ini, jika ombak di laut saat ini mencapai 3 Meter dan sangat berbahaya bagi keselamatan.

“Sesuai dengan prediksi dari BMKG, kisaran angin kencang dan gelombang tinggi ini terjadi sejak awal Desember lalu hingga April nanti,” sebutnya.

Himbauan Dari BPBD

Sebelumnya, Badan Pengulangan Bencana Daerah Tanjabbar, juga menghimbau kepada para nelayan agar waspada dan melengkapi alat pelindung selama beraktivitas di laut.

“Kepada para nelayan untuk dapat melengkapi diri ketika beraktifitas khususnya untuk alat pelindung diri selama aktivitas nelayan di laut,” pesan Drs, Zulfikri, M.ap Kepala BPBD.

Baca juga : Nelayan Butuh Solusi, Pemprov Maupun Pusat Lamban Respon

Zulfikri juga menghimbau agar nelayan mewaspadai ombak tinggi, dan angin kencang. Karena peluang terjadinya cuaca ekstrim itu masih tinggi.

“Sesuai dengan informasi dari BMKG, memang rentang angin kencang dan ombak tinggi terjadi sejak bulan desember sampai di april nanti,” Sebutnya.

Tak hanya, ia juga mengingatkan kepada nelayan yang ingin melaut, diharapkan jangan terlalu beraktivitas ke tengah laut untuk menghindari terjadinya hal- hal yang tidak diinginkan.

“Kalau melihat situasi kondisi cuaca ekstrim saat ini, kita sarankan nelayan untuk berhati-hati.” Tutupnya. (Hry)