Berita Jambi - Kasus tambang minyak kembali digasak polisi. Kali ini, buruh kasar Ilegal drilling di Batanghari ditangkap Polisi. 

Buruh Kasar Ilegal Drilling di Batanghari Ditangkap Polisi

Berita Daerah Hukrim

BATANGHARI – Kasus tambang minyak kembali digasak polisi. Kali ini, buruh kasar Ilegal drilling di Batanghari ditangkap Polisi.

Aparat Polres Batanghari menangkap 2 pelaku illegal drilling yang beroperasi di Dusun Laman Teras, Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari pada Rabu 19 Februari 2020.

Baca Juga : Komisi III DPR RI Sambangi Polda, Kejar Dinamika ilegal Drilling

Baca Juga : Gruduk Gedung DPRD, Serikat Buruh Jambi Serukan Jambi Tuntas Gagal

Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto, menegaskan, 2 pelaku yang ditangkap merupakan buruh kasar ilegal drilling di Batanghari berinisial AHP (38) dan AS (22).

Keduanya merupakan warga Banyuasin, Sumatera Selatan. Sementara A, pemilik sumur, warga Palembang, hingga saat ini masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

”Bersama pelaku diamankan 2 unit sepeda motor tanpa nomor polisi, besi canting, roling tali tambang, kipas, roll bawah dan jerigen minyak dengan kapasitas 30 liter ” kata Dwi Mulyanto, dalam keterangan pers di Mapolres Batanghari Sabtu 22 Februari 2020 dikutip Inilah Jambi dari  Detikjambi.com.

Ditegaskan Kapolres, para pelaku diduga melanggar Pasal 52 Yo Pasal 11 ayat (1) UU RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas bumi Yo Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUH Pidana.

Para pelaku diancam hukuman maksimal penjara 6 tahun atau denda paling tinggi Rp 60 miliar.

 

(*/)