Sering Makan Korban, Oprit Jembatan di Tanjabbar Membahayakan

Sering Makan Korban, Oprit Jembatan Ini Membahayakan

Berita Daerah Berita Viral

TANJABBAR – Kondisi oprit jembatan di kawasan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), kini sangatlah memperihatinkan. Tak ayal, tidak sedikit pula pengendara yang menjadi korban saat melintas diatasnya.

Sebagimana yang diketahui, oprit Jembatan yang berada di Parit 5 Kampung Nelayan Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar Jambi ini mulai dikeluhkan masyarakat.

Mengingat, tidak hanya kondisinya yang mulai rusak, akan tetapi juga kerap kali memakan korban ketika dilewati oleh pengendara.

Baca juga : Oprit Jembatan Penghubung Sudah Retak, Dewan Akan Panggil Dinas PUPR

Selain itu, Jembatan yang dibangun beberapa tahun silam ini, juga merupakan salah satu akses utama menuju pelabuhan perikanan, dan pelabuhan Roro ini.

Para penguna jalan terutama pengendara roda dua, apabila melintas di lokasi harus ekstra hati-hati, jika tidak ingin jatuh dan terguling.

Sementara itu, pantauan dilapangan, bagian Oprit Jembatan sepanjang seratus meter tersebut, terlihat sangat tinggi dan terlalu curam. Sehingga menyulitkan, dan sangat membahayakan kendaraan yang melintas diatasnya.

Lihat video : Kebakaran di Kota Jambi

Seperti yang dikatakan Dedi, salah satu penguna jalan yang mengeluh melihat kondisi Jembatan yang terlalu tinggi, dan sangat membahayakan tersebut.

“Apabila ingin melewati jembatan ini, bagi pengendara yang berboncengan, terpaksa harus turun jika ingin aman.” Ujar Dedi.

Ia juga menuturkan, tidak sedikit pengendara yang nyaris jatuh ketika melintas di jembatan ini.

“Kita hanya meminta agar jembatan penghubung ke kedua pelabuhan ini, segera diperbaiki oleh pemerintah.” Pintanya.

Hal senada juga disampaikan H. Zainal, salah satu masyarakat setempat, yang pernah menyaksikan pengendara Viar dan sepeda motor, jatuh saat akan melintas di Jembatan tersebut.

“Oprit Jembatan ini sudah sering memakan korban,” Kata Zainal.

Dirinya menyebut, sebenarnya Jembatan ini sudah lama mau dibangun pemerintah, melalui rekanan.

Namun pemilik tanah disekitar lokasi menolak, dengan alasan minta ganti rugi.

“Pemilik tanah di lokasi jembatan ini tidak mengizinkan dilakukan penimbunan, sebelum adanya ganti rugi,” pungkasnya. (Hry)