Malu, Ribuan Warga Mundur Dari Penerima Bantuan PKH

Ditempeli Stiker, 2056 Keluarga Penerima Bantuan Mundur

Nasional

Kudus – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kabupaten Kudus mencatat ada sebanyak 21 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang mengundurkan diri dalam sehari. Rencana pemasangan stiker warga prasejahtera bagi masyarakat penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat itu berdampak mundur 2056 KPM

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Koordinator pendamping PKH Kabupaten Kudus Habib Rifai pada Rabu (19/2). Menurutnya, rencana pemasangan stikerisasi tanda warga penerima PKH sangat efektif.

Terutama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Kota Kretek ini. Efeknya, ada keluarga penerima bantuan memilih mundur.

“Sangat berefek sekali. Kemarin itu satu pendamping pengunduran dari KPM ada stikerisasi 21 KPM mundur. Itu dalam sehari,” kata dia.

Dilansir IDNTimes.com, sebanyak 2.056 KPM yang mengundurkan diri secara mandiri karena malu

Lebih lanjut, untuk pengunduran KPM di Kudus ada sebanyak 2.056 Keluarga penerima bantuan mundur. Itu pengunduran secara mandiri. Karena mereka sadar masih banyak warga yang membutuhkan bantuan keluarga harapan itu.

“Karena kesadaran sosial. Mungkin karena juga status ekonomi, malu ada keluarga lain lebih yang membutuhkan,” lanjut dia.

Baca Juga : Penerima PKH Di Tanjabbar Capai 11 Ribu

Baca Juga : Pungli Penerima Bantuan Tiap Bulan, PKH Terjaring OTT

Sementara, kata dia secara keseluruh sebanyak 7.194 KPM di Kudus yang dinyatakan dieliminasi. Mereka sebelumnya menerima bantuan PKH, kemudian setelah mendapatkan bantuan dan pembinaan mereka kemudian mengalami peningkatan ekonomi.

“Kondisi secara sosial ekonomi peningkatan,” katanya.

Ditambahkan dia, PKH ini diperuntuhkan bagi masyarakat yang kurang mampu. Mereka harus memenuhi beberapa persyarata. Di antaranya, menanggung ibu hamil dan anak balita, menanggung biaya anak sekolah SD hingga SMA.

“Selain itu juga keluarga itu menanggung beban lanjut usia diatas 70 tahun,” ungkapnya.