Bawa jenazah, ambulans menabrak ternak yang berkeliaran di jalan Kecamatan Bontomanai, Minggu (16/02/20). Akibatnya, mobil ringsek parah.

Ambulans Bawa Jenazah Ringsek Usai Tabrak Kerbau

Berita Viral Hukrim

SULSEL – Persoalan ternak liar tak bertuan acap kali menjadi bahan perbincangan dan sorotan. Misalkan pada lingkungan, atau berkeliaran di jalan yang mengakibatkan tabrakan seperti ambulans bawa jenazah ini. Mobil ringsek, usai tabrakan, Minggu (16/02/2020).

Hewan ternak itu menjadi pemicu kecelakaan yang terjadi di Jembatan Tulang, Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.

Mobil ambulans milik Puskesmas Buki bermuatan jenazah, ringsek parah. Hal ini setelah tabrak kerbau liar tak bertuan yang kerap bergentayangan di jalan raya.

Mobil melaju dari arah kota Benteng dan rencananya akan menuju ke Dusun Bontonumpa untuk mengantar jenazah yang baru dijemput dari RSUD KH. Haiyung, Benteng.

Akibat kecelakaan tersebut, jenazah beserta rombongan keluarga yang berada di mobil ambulance terpaksa di evakuasi dengan menumpangi armada mobil pick up untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Dusun Bontonumpa.

Lihat Juga : Kecelakaan Tunggal, Pajero Masuk Semak

Beberapa hari sebelumnya, persolalan ternak liar, sempat disorot oleh salah seorang netizen yang merasa gerah melihat kambing tak bertuan, keluar masuk, pekarangan rumah dan memakan tanaman warga.

Kepala bidang Trantibun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran ( Damkar) Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Eka Putera Rindam yang dikonfirmasi wartawan Minggu, (16/2) membenarkan kejadian ambulans tabrak kerbau itu.

Andi Eka menuturkan, hal ini sudah dibahas dan dikoordinasikan dengan sejumlah camat.

Baca Juga : Jeritan Sopir Ambulans, Kerusakan Jalan di Batanghari Makin Jadi

Baca Juga : Bawa Fogging, Ambulans Tabrak Rumah Warga di Sarolangun

Bahkan, ia selaku Kabid Trantibum merasa prihatin, dengan masih cenderung rendahnya kesadaran masyarakat dan atau pemilik ternak, akan dampak dan sisi negatif yang akan ditimbulkan saat ternak bekeliaran tanpa pengawasan.

“Selain dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, ternak liar juga berpotensi merusak tanaman warga,” pungkasnya. (Fadly/red)