Fenomena Virus Corona, Bupati: Masyarakat Tak Perlu Panik

Fenomena Virus Corona, Bupati: Masyarakat Tak Perlu Panik

Pemerintahan Tanjab Barat

TANJABBAR – Fenomena Wabah penyebaran virus Corona saat ini, menjadi perbincangan hangat diberbagai kalangan. Wabah misterius tersebut, sudah banyak memakan korban dinegara Tiongkok.

Menanggapi fenomena penyebaran virus Corona, yang belakangan ini cukup meresahkan masyarakat ini, pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah mengeluarkan surat edaran dari dinas kesehatan Provinsi Jambi.

Baca juga : Angka Kemiskinan Tanjabbar Capai 30 Ribu Jiwa

Hal ini diungkapkan Bupati Safrial, Selasa (11/2/20), Safrial menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah melalui Dinas Kesehatan telah menindaklanjuti surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, terkait kesiap-siagaan dan antisipasi penyebaran Pneumonia Berat atau yang sering disebut corona.

Himbauan tersebut kata Bupati, telah di edarkan ke 16 puskesmas yang ada di Tanjung Jabung Barat.

“Saya juga telah perintahkan dinas kesehatan dan puskesmas agar terus memantau perkembangan fenomena virus corona ini, melalui berbagai media agar jangan sampai ketinggalan informasi,” ungkapnya.

Menurut bupati, dengan melakukan update informasi dari sumber yang akurat dan kredibel, kemudian di sebarkan kembali ke tengah masyarakat, maka tidak akan terjadi kesalahpahaman dan tentunya akan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

“Untuk itu saya menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik menghadapi penyebaran corona ini. Karena alhamdulillah sampai hari ini tidak ada warga Tanjabbar yang terindikasi terjangkit corona.” Sebutnya.

Terpisah, Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanjabbar Hj. Arida Santi Orien membenarkan apa yang disampaikan bupati. Pihaknya memang sudah menindaklanjuti surat edaran Dinkes Provinsi Jambi serta meneruskannya ke 16 puskesmas.

“Untuk langkah-langkah pencegahan kita sudah berkoordinasi bersama kapolres dan instansi terkait, termasuk pengelola pelabuhan roro dan marina. Yang mana setiap penumpang yang masuk dari kedua pelabuhan itu kita periksa dengan menggunakan termoscanner suhu panas tubuh, apabila panas tubuh melebihi 39 derajat disertai batuk dan pilek akan langsung kita anamesa.” Terangnya.

“Ini merupakan antisipasi jika ada kasus yang mengarah pada pneumonia berat tersebut,” bebernya. (hry)

 

Lihat juga video : Klik Disini