Perjuangkan Nasib Nelayan, HNSI Tanjabbar Bakal Temui Pemkab Dan DKP

Nelayan di Tanjabbar Gantung Jaring

Berita Daerah

TANJABBAR – Sejak dampak Virus Corona Ribuan para nelayan Udang Ketak di Tanjabbar dibuat mengeluh. Pasalnya, hasil tangkapan mereka anjlok dan tak lagi laku dijual dipasaran.

Akibatnya banyak para nelayan di Kabupaten pesisir ini pun lebih memilih gantung jaring.

Baca juga : Akibat Virus Corona, Ribuan Nelayan di Tanjabbar Gigit Jari

Sementara itu, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dalam waktu dekat akan segera bertindak untuk mencarikan solusi. Bagaimana nasib kedepannya bagi para nelayan udang ketak di Kabupaten pesisir ini.

“Mungkin dalam waktu dekat ini kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas kelautan perikanan provinsi Jambi,” Ujar Yogi ketua HNSI Kabupaten Tanjabbar, Jum’at (07/02/2020).

Yogi mengatakan, pihaknya akan mencari solusi, bagaimana nantinya mencarikan pangsa pasar baru untuk ekspor selain Tiongkok dan hong kong.

“Apabila ingin mencari pasar ekspor yang baru, tentu kita lihat juga standar harganya di sana,” Terangnya.

“Nanti juga akan kita kumpulkan pengusaha-pengusaha udang ketak di Tanjabbar berserta pada anggota nya untuk berdialog langsung bersama bupati. Agar bisa memberikan solusi yang terbaik,” Ungkapnya.

Baca juga : Cuaca Ekstrem, Nelayan Tanjabbar Diminta Waspada

Menurutnya, mereka tetap berupaya mencarikan solusi yang cukup riil bagi para nelayan. Jangan sampai ribuan Nelayan udang ketak ini hanya jadi pengangguran.

“Mungkin menggantikan alat tangkap nelayan udang ketak, ke alat tangkap jaring – jaring ikan misalnya.” Katanya. (hry)

 

Lihat juga video : Klik Disini