Akibat Virus Corona, Ribuan Nelayan di Tanjabbar Gigit Jari

Akibat Virus Corona, Ribuan Nelayan di Tanjabbar Gigit Jari

Berita Bisnis Berita Daerah

TANJABBAR – Harga jual Udang Ketak yang saat ini tengah menurun di pasaran Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), membuat dilema ribuan warga yang mayoritasnya adalah seorang nelayan.

Bagaimana tidak, merebaknya Virus Corona saat ini, tidak hanya membuat nilai jual Udang Ketak yang turun, akan tetapi gudang penampung hasil tangkapan andalan nelayan itu pun, banyak yang angkat kaki dari perusahaannya.

Baca juga : Cuaca Ekstrem, Nelayan Tanjabbar Diminta Waspada

Tak hayal, ribuan warga Tanjabbar yang berprofesi sebagai nelayan Udang Ketak, lebih memilih tidak melakukan aktifitas melaut. Padahal kegiatan itu merupakan satu-satunya mata pencaharian mereka.

Seperti yang disampaikan Winendra, salah satu nelayan Udang Ketak, menyebut bahwa saat ada sekitar dua ribu nelayan di Tanjabbar, yang pasrah dengan keadaan tersebut.

“Hampir 80 persen nelayan udang ketak di Tanjabbar, saat ini hanya bisa pasrah.” Keluhnya, Kamis (06/02/2020)

Padahal, saat ini merupakan puncaknya musim panen Udang Ketak bagi para nelayan, dimana bulan ini lagi musimnya penumpukan tangkapan andalannya tersebut.

“Kalau cuaca saat ini ngisi nian udang ketak di laut. Kita bisa tergaji Rp. 500 ribu hingga Rp. 700 ribu per hari. Namun akibat virus Corona ini para nelayan tak lagi mau pergi melaut.” Ujar Winendra.

Tak hanya itu saja, saat ini permintaan Udang Ketak dipasaran sangat meningkat, apalagi Februari ini akan ada perayaan hari besar, seperti tahun baru Imlek dan Valentine.

“Apalagi saat memasuki hari besar seperti tahun baru Imlek, biasanya permintaan akan hasil laut cukup tinggi, dan harga jual juga ikut naik.” Bebernya.

Namun, dengan adanya isu penyebaran virus Corona ini, semua harapan nelayan sirna, dan harga jualnya pun turun drastis, bahkan tidak laku.

“Kita berharap supaya virus Corona yang terjadi saat ini segera berlalu. Paling tidak ada solusilah dari pemerintah agar udang ketak ini bisa laku di pasaran, hingga sampai pengeksporan keluar negeri,” harapnya. (hry)

 

Lihat video : Klik Disini