3 Anak WNI Dari China Masuk Karantina di Natuna

3 Anak WNI Dari China Masuk Karantina di Natuna

Berita Viral Nasional

JAKARTA – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bidang Kesehatan Sitti HIkmawatty menyebutkan ada tiga anak WNI dari Tiongkok yang masuk dalam barak observasi di Natuna.

Hal ini dilakukan guna untuk mengantisipasi, penyebaran Virus Corona.

Dikutip dari JPNN.com Saat ini anak-anak tersebut berada di barak observasi bersama orang tua mereka, yang juga mengikuti prosedur pemeriksaan pasca kepulangan kembali di tanah air.

“Anak-anak ini juga akan mendapatkan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan status kesehatan mereka,” kata Sitti dalam pesan elektroniknya, Selasa (4/2/2020).

Baca juga : Warga Natuna Tolak WNI Dari Wuhan

Terkait dengan hal tersebut, Sitti meminta ada penyesuaian perlakuan petugas pada anak.

Mulai dari penjelasan tentang Standar Operasional dan Prisedur /SOP pemeriksaan kesehatan, SOP observasi, termasuk mengapa mereka harus berada di tempat tersebut.

“Anak-anak ini tetap harus diberi tahu dengan bahasa mereka sampai batas tertentu memahami apa yang terjadi serta agar mereka tidak jadi stress menghadapinya. Selain itu, perlunya penempatan khusus bagi anak-anak, agar mereka tidak tertular secara silang dengan orang dewasa yang sama-sama sedang di observasi, di tempat tersebut,” bebernya.

Menurut Sitti, ini perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan anak-anak secara lebih optimal. Posisi mereka di sana sedang observasi. Belum diketahui apakah ada yang terindikasi positif atau tidak.

Sambil menjaga hal tersebut, maka anak-anak harus diberikan tempat khusus yang lebih meminimalisir kontak dengan WNI dewasa lainnya.

Selain itu, dengan adanya anak-anak maka pengkondisian barak juga baiknya ada penyesuaian, untuk menghindari stress dan kejenuhan kepada anak. Perlu juga adanya “ruang” bermain agar anak tetap dapat melanjutkan aktivitasnya dan mengekspresikan diri mereka.

“Ruang ini terutama pada space ya. Jika ada mainan di sana, akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Pemantauan kesehatan WNI ini, tidak saja menjadi perhatian pemerintah RI. Namun beberapa badan dunia ikut memantau juga. Bagaimanapun kejadian ini telah menjadikan WHO mengeluarkan status darurat epidemiologi.