https://www.inilahjambi.com/cabuli-11-anak-di-warung-kopi-mami-hasan-ditangkap/

Cabuli 11 Anak Laki-laki, Penjaga Warung Kopi Ini Diringkus Polisi

Hukrim Nasional

JAWA TIMUR – Mochammad Hasan (41), pria asal Tulungagung Jawa Timur, yang juga Ketua Ikatan Gay Tulungagung (IGATA), diringkus Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Ia ditangkap lantaran dipindahkan, untuk menentang pencabulan terhadap 11 anak laki-laki di bawah umur.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Komisaris Besar R Pitra Andrias Ratulangie mengatakan tindakan itu sudah dilakukan Mami Hasan, sapaan akrabnya, selama perubahan terakhir ini.

“Kami melakukan penangkapan terhadap laki-laki MH (Mochammad Hasan) atau Mami Hasan, yang telah melakukan tindak kejahatan pencabulan terhadap 11 anak di bawah umur,” kata Pitra di Mapolda Jatim, Senin (20/1) dikutip dari Inilahjambi.com

Pitra mengatakan kasus ini bermula saat penyidik ​​Unit III Asusila Sundit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim mendapatkan laporan masyarakat tentang tindakan yang dilakukan Mami Hasan. Kemudian, penyidik ​​pun melakukan penyelidikan.

Saat penyelidikan, polisi mendapat temuan 11 anak laki-laki di bawah umur, diundang antara 15-17 tahun, menjadi korban aksi cabul tersangka.

“Penangkapan ini berdasarkan laporan dari masyarakat pada tanggal 3 Januari, jadi kita punya waktu 12 hari mulai. Saat meminta kami telah menemukan 11 korban anak-anak yang telah menjadi korban cabul dari tersangka, ”kata dia.

Baca juga : Ketagihan Cabuli Anak, Gendu Nekat Pulang Setelah Merantau Jauh-Jauh

Dalam menjalankan aksinya, Mami Hasan yang bekerja sebagai pengelola warung kopi ini mulanya berhasil membujuk para korbannya dengan iming-iming uang sebesar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu.

“Dia membujuk anak-anak, ini karena memang dia pengelola warung kopi, anak-anak yang nongkrong di sana dengan cara dia, dia bujuk untuk bersetubuh dengan menyediakan iming-iming Rp150-250 ribu,” katanya.

Para korban tak lain adalah anak-anak di bawah umur yang sedang nongkrong di warung kopi yang dikelola tersangka. Jika korban bersedia, Mami Hasan pun mengajak korbannya untuk datang. Di situlah melakukan bejatnya dilakukan.

“Kemudian ada anak yang dipindahkan, kemudian dibawa ke rumah yang diambil, dari sana dia melakukan pencabulan melawan para korban,” kata Pitra.

Penyidik ​​lalu mengeluarkan Mami Hasan, Rabu (15/1) pukul 18.00 WIB, di rumah rekannya berinisial I, di Desa Krajan Gondang, Tulungagung. Saya sendiri merupakan pemilik warung kopi yang selama ini dikelola oleh tersangka.

Dari tangan tersangka, penyidik ​​juga menyita sejumlah barang bukti, terdiri atas celana dalam para korban, kontribusi alat kontrasepsi, kepingan CD Porno, foto-foto porno, buku panduan seks, handphone, dan akte pendirian IGATA.

Baca juga: Kakek 60 Tahun di Sarolangun,Cabuli  Anak Dibawah Umur

“Barang bukti yang bisa kita dapat,”

Pitra menyebut VCD porno tentang yang biasa diputar oleh tersangka, untuk memberikan rangsangan pada para korbannya.

Atas tindaknya, Mami Hasan kini dipersangkakan Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 junto UU RI Nomor 23 tahun 2003 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Polda Jatim akan menyatakan sekali pertanggungan dengan anak-anak di bawah umur, ini perhatian kita semua,” ujar Pitra.

Mami Hasan menerima tindakannya telah dilakukan sejak terakhir. Ia memanggil anak-anak tersebut untuk datang dan menawarkan seks dengan bayaran tertentu.

“Cuma satu tahun dari 2018 menuju 2019. Mereka datang ke saya butuh uang, terus nanti mau mas, datang ke rumah saya, masuk kamar yaudah,” kata Mami Hasan, dari balik topeng yang dipakainya.