Ketua LPKNI dan debitur mendatangi Clipan Finance di Bungo, Kamis (16/01/2020) pagi terkait denda besar.

Denda 56 Juta di Clipan Finance, LPKNI Bakal Bawa ke Ranah Hukum

Bisnis Hukrim

BUNGO – Denda mencapai puluhan juta rupiah, mengejutkan konsumen perusahaan pembiayaan, Clipan Finance. Negosiasi denda yang dilakukan tak kunjung tercapai, LPKNI bakal membawanya ke ranah hukum.

Hal ini terungkap saat Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) dengan Clipan Finance, Kamis (16/01/2020) pagi kembali bertemu sesuai kesepakatan sebelumnya.

Sukarlan, Ketua LPKNI mendatangi kantor pembiayaan yang berada di Kabupaten Bungo bersama Anita, warga Bangko, Kabupaten Merangin yang dikenai denda sekira Rp 56 juta atas nama debitur Pramono Utomo.

Namun tak seperti pertemuan sebelumnya, Sukarlan dan Anita hanya bertemu singkat dengan perwakilan perusahaan. Tak banyak pembahasan, perwakilan mengatakan denda diturunkan menjadi Rp 20 juta.

Berita Terkait : Tebus BPKB, Warga Bangko Dikenai Denda 56 Juta

Tidak ada penghapusan denda, membuat Ketua LPKNI berang. Ia kecewa pihak leasing tidak bisa mengabulkan penghapusan denda.

“Saya maunya denda tersebut dihapuskan. Karena angsuran itu sudah lunas. Denda itu sangat menindas masyarakat. Atas hal ini, saya akan bawa masalah ini ke ranah hukum,” tegas Sukarlan.

Pasalnya, Sukarlan beralasan bahwa denda melanggar aturan OJK. Dimana seharusnya, denda tersebut dihapuskan atas pembiayaan yang telah lunas sedari 2016 itu. (Hsb/red)