Aksi Pecah Kaca Rawan di Bukit Tinggi, Youtuber Merangin Jadi Korban

Berita Viral Hukrim

JAMBI – Gemetar. Mungkin itulah perasaan saat melihat kejadian yang menimpa Ivan Setiawan Siregar, Youtuber asal Merangin. Ia jadi korban kejahatan jalanan, rugi puluhan juta rupiah.

Ivan dan rombongan keluarga, sedianya istrahat dan makan siang di jalan Lintas Barat Sumatera, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Usai makan dan hendak membayar, Ivan dikejutkan informasi bahwa mobilnya sudah dibobol.

“Saat itu mau ngambil dompet, buat bayar makan. Taunya mobil sudah dibobol,” kata Ivan menjawab awak media melalui telepon selulernya, Minggu (12/01/2020) sore.

Akibatnya, Ivan kehilangan kamera yang disebutkan bernilai sekira Rp 15 juta berikut telepon seluler, dompet dan lain sebagainya dari kaca sebelah kiri. Total, warga Hitam Ulu, Kecamatan Tabir Selatan itu merugi sekira 30 jutaan dari aksi pecah kaca.

Usai dibobol, pemilik akun Ivan JP itu lantas melapor ke Polsek Banuhampu.

Sementara dikonfirmasi awak media, petugas kepolisian mengaku langsung turun ke lapangan. Namun sayangnya, dalam waktu bersamaan ada kejadian kebakaran.

“Kita langsung turun, tapi karena ada kebakaran, warga banyak kesana. Kita telusuri, saksinya ini tidak ada,” kata Sudimanto Simanjorang, SPK Polsek Banuhampu.

Dikatakannya, kejadian ini sering terjadi. Mereka beraksi dengan pecah kaca mengunakan busi.

Tak hanya mobil bernomor polisi luar, Simanjorang juga menyebut hal sama menimpa mobil bernomor polisi Sumatera Barat, BA.

“Bukan, semua mobil kejadian seperti itu (pecah kaca,red). Udah sering seperti itu. Dilihatnya ada tas dan laptop dalam mobil,” ungkapnya.

Masih diterangkannya, pelaku biasanya mengunakan motor dalam beraksi di Bukit Tinggi. Rawannya wilayah ini, dicurigai aksi kejahatan pelaku yang datang dari luar daerah seperti dari Pekanbaru, Medan.

“Jadi seperti itu, dilihatnya plat dari luar, mobilnya kotor. Di intip, ada laptop dan handphone, mereka cepat,” terangnya.

Polisi kesulitan mengungkap kejadian ini. Selain saksi, rekaman CCTV yang didapatkan polisi dari TKP, juga kurang membantu lantaran terlalu jauh. Meski begitu, polisi dikatakan Simanjorang akan menelusuri lebih lanjut. (Red)