Direktur RSD Kol. Abundjani Tak Dicopot, PEKAT-IB: Sudah Tahu kan Nyali Bupati

Daerah Hukrim Merangin Pemerintahan Politik Uncategorized Viral

MERANGIN – Bupati Merangin Al Haris memang telah melaksanakan perombakan besar-besaran kabinetnya, pejabat pimpinan tinggi pratama maupun pejabat administrasi, Rabu malam (8/1) atau sekitar pukul 23.41 WIB.

Baca Juga: Al Haris Angkat Suara Soal Surat Komisi II

Namun, di antara 162 pejabat yang dilantik tersebut tidak terdapat nama Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kolonel Abundjani Bangko, Berman Saragih yang belakangan ramai didesak banyak pihak agar segera dicopot dari jabatannya.

Salah satu yang mendesak agar Berman Saragih dimutasi adalah Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT-IB) Kabupaten Merangin Yuzerman. Ini didasarkan RSD Kol. Abundjani kerap mendapat sorotan buruk di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga: PEKAT-IB Tantang Nyali Bupati Copot Direktur RSD Kol. Abundjani

Bahkan sebagaimana dalam pemberitaan sebelumnya, Buyung, panggilan akrab Yuzerman menantang keberanian Bupati Merangin untuk mencopot jabatan  pimpinan rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut.

Baca Juga: Soal Direktur Abundjani Dievaluasi, Peri: Bupati Jangan Diam

Baca Juga: Minta Direktur RSD Kol. Abundjani Dievaluasi, Komisi II Kirim Surat ke Bupati

Baca Juga: Komisi II Minta Direktur RSD Kol. Abundjani Dievaluasi, PEKAT-IB: Bupati Harus Mengabulkan

Hal inilah yang membuat mantan Ketua Lembaga Cegah Korupsi (LCKI) Merangin ini kembali angkat suara. Buyung mengaku tidak heran dan terkejut dengan kabar tidak dicopotnya Berman Saragih dari jabatannya sebagai Direktur RSD Kol. Abundjani.

“Sebenarnya kami tidak heran dan terkejut, sudah jelas-jelas direktur rumah sakit (RSD Kol. Abundjani) selama ini banyak disorot karena berbagai permasalahan, masih juga dipertahankan. Sudah tahu kan nyali Bupati sebatas mana,” ungkapnya kepada Dinamika Jambi, Sabtu (11/1).

Baca Juga: Komisi II: Direktur RSD Kol. Abundjani Bangko Harus Mengakui Kesalahan

Baca Juga: Komisi II Akan Rapat Internal Bahas Polemik RSD Kol. Abundjani Bangko

Ia menuding, bupati tidak berani menindak tegas Direktur RSD Kol. Abundjani karena kepentingan politik. Sebab Al Haris (Bupati Merangin) dikabarkan mencalonkan diri sebagai Gubernur Jambi. Sehingga berpengaruh dengan dukungan dari pihak Berman Saragih.

“Kabarnya bupati serius maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020. Tapi itu bukan persoalan, terserah dengan itu, kita cuma ingin perbaikan di institusi rumah sakit. Kita hanya ingin bupati mendengar keluhan masyarakat,” kata Buyung.

Buyung mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat untuk kedua kalinya ke bupati karena tidak ada tindakan tegas terhadap Direktur RSD Kol. Abundjani. “Sesuai dengan pernyataan sebelumnya, kita kembali akan menyurati pak bupati dalam minggu ini,” katanya.

“Masih ada waktu untuk mengindahkan keluhan masyarakat, bulan Maret nanti jika benar positif mencalonkan diri sebagai gubernur ia (bupati) bisa meminta persetujuan kemendagri. Harapannya jangan sampai PEKAT-IB menggelar aksi demontrasi jika surat yang ke tiga tidak digubris,” kata Buyung.

Baca Juga: Polemik RSD Kol. Abundjani, Yani Angkat Suara

Dijelaskannya, seharusnya Bupati menunjukkan keseriusannya dalam membenahi berbagai permasalahan, medis dan manajemen buruk di  RSD Kol. Abunjani yang sempat menjadi perbincangan hangat beberapa bulan terakhir.

“Tunjukkan keseriusan ingin menjadikan rumah sakit (RSD Kol. Abundjani) terbaik se-Provinsi Jambi. Sebagaimana visi misi pak bupati akan menjadikan rumah sakit rujukan bagi warga kabupaten tetangga,” katanya.

Beberapa persoalan, lanjut Buyung, merupakan contoh kesalahan fatal yang semestinya tidak bisa ditolerir lagi.  Yakni dugaan penelantaran pasien hingga menyebabkan meninggal dunia, dan ditariknya Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 22,7 miliar tahun 2019 oleh pemerintah pusat, hingga serapan anggaran yang terburuk dari sekian OPD yang terealisasi sebesar 83%.

“Kurang bukti apa lagi kalau Berman Saragih tidak bisa bekerja. Karenanya anggaran  untuk pengembangan rumah sakit harus ditarik kembali oleh pemerintah pusat. Jangan sampai gara-gara kepentingan politik lalu mengabaikan keluhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu hingga berita ini dirilis, Direktur RSD Kolonel Abundjani Bangko, Berman Saragih dan Bupati Merangin, Al Haris belum berhasil dikonfirmasi. (rdc)