Selingkuh di Facebook, Banyak Janda Muda di Tanjabbar

Berita Daerah

TANJABBAR – Pengadilan Agama (PA) Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, telah menerima dan mengabulkan perkara cerai 471 pasangan sepanjang tahun 2019 dari Januari hingga Desember.

Berdasarkan data PA Kuala Tungkal yang diperoleh Dinamikajambi.com, 471 perkara putus dan Incraht tersebut terdiri dari 359 cerai gugat dan 112 cerai talak.

Ketua pengadilan agama Kuala Tungkal Imam masduqi S.ag, SH M.H.E.S Melalui Arifin SH
Panitera muda gugatan Pengadilan Agama (PA) Kuala Tungkal Tanjabbar, Kamis (26/12/19) mengatakan bahwa perkara yang ditangani mayoritas adalah gugatan cerai (perceraian yang diajukan oleh pihak istri).

“Tahun ini jumlah perkara yang kami tangani sebanyak 471 perkara perceraian, terhitung dari Januari hingga Desember 2019, dan ini sudah incraht. Kebanyakan yang mengajukan adalah cerai gugat,” Ujarnya.

Kata Arifin, mayoritas perkara perceraian yang ada di PA Kuala Tungkal pada tahun ini telah sidang putusan.

“Angka perceraian di Tanjabbar relatif meningkat setiap tahunnya. Perselingkuhan melalui media sosial terutama facebook menjadi salah satu penyebab yang terhitung banyak.” terangnya.

Dirinya menjelaskan, Dari kebanyakan perkara yang dikonsultasikan dan berakhir di persidangan di PA Kuala Tungkal, penyebab terbesar di antaranya dipicu oleh perselisihan, pertengkaran dan perselingkuhan melalui media sosial.

Pengaruh negatif media sosial ini, kata Arifin, memungkinkan seseorang bertemu dengan siapa saja di dunia maya. Di lain sisi, keterbukaan ini membuat pasangan lebih mudah mendeteksi pasangannya. Akibat dengan tidak bijaknya menggunakan media sosial tersebut, kerap memicu perselisihan hingga mengarah ke perceraian.

“Penyebab paling mendominasi adalah perselisihan dan pertengkaran, terutama dipicu oleh Medsos seperti Facebook,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, Perselisihan dan perselingkuhan hampir selalu dibarengi dengan perilaku kasar atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), sehingga hanya memperparah hubungan suami istri.

Selain alasan KDRT, dijelaskannya faktor ekonomi juga menjadi penyebab karamnya perahu rumah tangga.

“Faktor meninggalkan salah satu pihak juga menjadi pemicu, faktor ekonomi juga, dan yang terakhir adalah faktor KDRT,” sebutnya.

Pasangan berusia 20 tahun menjadi pasangan yang banyak melakukan konsultasi dan akhirnya bercerai. Perceraian pasangan usia muda ini mendominasi di PA Kuala Tungkal.

“Banyak perkara yang diajukan oleh pasangan-pasangan muda. Jadi di Tungkal ini banyak janda-janda muda,” tutup Panitera muda gugatan Pengadilan Agama PA Kuala Tungkal. (Hry)