Ratusan Rokok Ilegal Merek Luffman Berhasil Diamankan TNI

Berita Daerah Hukrim

TANJABBAR – Dua Unit kapal yang membawa ratusan bungkus rokok ilegal, bermerek Luffman berhasil diamankan oleh Jajaran TNI Angkatan Laut dari Satgas Andalas 19.E Dinas Pengamanan Angkatan Laut (Dispamal) dan Tim F1QR (Fleet One Quick Response) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang. Diperairan Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sebanyak 470 kotak/bal (235.000 bungkus- red) rokok ilegal merek Luffman tersebut, diamankan pada Kamis (28/11/19) malam.

“ Rokok ilegal bermerek Luffman ini, berhasil diamankan oleh Satgas Andalas 19.E Dispamal dan Tim F1QR Lanal Palembang, di Perairan Kuala Tungkal yang berbatasan dengan perairan Pulau Kijang.” Kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Palembang, Kolonel Laut (P) Saryanto.

Saryanto menyebut, pada saat disergap kapal tersebut sedang melakukan ship to ship, menggunakan kapal HSC kapal cepat dan pada saat penyergapan, para tersangka yang berjumlah sekitar 8 orang berhasil melarikan diri menggunakan dua buah kapal HSC.

“ Kapal HSC ini mempunyai kecepatan sampai 50 knot, sehingga tim tidak mampu melakukan pengejaran, karena kecepatannya lebih cepat.” Sebutnya.

Kolonel Laut (P) menuturkan, dari penangkapan ini, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit Kapal (KM. Arfina I GT 6 dan KM. Tanpa Nama) dan 470 kotak/bal atau 235.000 bungkus rokok atau 4.700.000 batang rokok.

“ Rokok ini kemungkinan berasal dari Batam. Apabila di Rupiahkan nilainya kurang lebih sebesar Rp. 1,6 Milyar. Itu nilai kerugian negara yang bisa diselamatkan,” Paparnya.

Dijelaskannya, sesuai dengan kewenangan penyidikan untuk muatan (Rokok- red) akan diserahkan ke pihak Bea Cukai dan untuk penyidikan Kapal akan koordinasikan dengan KSOP.

Sedangkan untuk barang bukti dua Kapal ini, kata Saryanto, sesuai peraturan perundang-undangan termasuk kategori barang temuan, nantinya akan umumkan lewat media.

“ Setelah kita umumkan tidak ada yang mengakui sebagai pemilik, nanti akan kita minta penetapan dari Pengadilan. Kapal itu akan disita dan nanti akan diputuskan untuk dilelang,” Ungkapnya.

Sementara, Kepala Bea Cukai Jambi, Ardianto menyampaikan, dikarena pelaku belum ditemukan. Maka penyidikannya sesuai dengan undang-undang akan diakomodir, ketika pelakunya tidak dikenal nanti akan di tetapkan sebagai barang milik negara.

“ Karena ini barang yang diawasi dan dibatasi peredarannya, terpaksa kita musnahkan. Jadi tidak sampai dimanfaatkan ataupun digunakan,” Bebernya. (hry)