Malu Dirazia BPRD dan KPK, Mobil Mewah Ini Nunggak Pajak 3 Tahun

Berita Viral Nasional

JAKARTA – Pemilik mobil Chrysler bernomor B 1 JBR, tampak kaget ketika disambangi oleh tim razia bersama dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Korsupgah KPK RI, dan Samsat Jakarta Timur. Ia kaget karena dinyatakan belum membayar biaya BBN (Bea Balik Nama) pertama dan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) selama 3 tahun. Sementara ia merasa sudah membayar kewajiban tersebut melalui diler Garansindo, selaku distributor Chrysler di Tanah Air.

“Saya bayar pajak full. Garansindo yang tidak membayarkan pajak saya ke sana (Pemda DKI Jakarta-Red). Saya beli mobil on the road, bukan off the road. Jadi bukan saya yang belum melunasi, Garansindo yang belum melunasi,” bilang si pemilik Chrysler, berinisial DH, dengan nada tinggi.

DH pun mengutarakan kekecewaannya dan merasa dipermalukan, dengan adanya razia bersama yang mengincar kendaraan miliknya. “Ini saya malu sama tetangga kalau (dirazia-Red) kayak gini,” ujarnya.

Ia pun mengatakan sudah sejak lama berusaha menuntaskan administrasinya yang bermasalah. Bahkan DH juga berkata bahwa hari ini (11/12/2019) ia akan pergi ke Samsat Kebon Nanas (Jakarta Timur) untuk mengurus legalitas dokumen kendaraannya.

“Dan sebelumnya saya sudah datang ke semuanya, ke Samsat, ke Polda untuk jelaskan ini. Tapi ya udah, saya bayar aja itu. Saya urusan sama Garansindo belakangan,” katanya kepada tim razia bersama.

Menurut penjelasan Kepala Unit PKB dan BBN-KB Samsat Jakarta Timur, Iwan Syaefuddin, mobil Chrysler tipe 300c tersebut belum membayar BBN (Bea Balik Nama) dan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) selama tiga tahun.

“Jadi BBN satu belum bayar dan ada tunggakan pajak (3 tahun). Dan menurut data kami, STNK-nya pun belum ada,” jelas Iwan.

Awalnya, DH menolak mobilnya dipasangi stiker peringatan di mobilnya. Namun ia akhirnya kooperatif, dan membolehkan petugas memasang stiker tersebut. Di sisi lain, pihak BPRD DKI Jakarta, dan Samsat Jakarta Timur dan Korsupgah KPK RI juga memberi jaminan bahwa stiker akan segera dilepas, ketika DH sudah menyelesaikan kewajibannya.

 

Sumber : Detik.com