Kondisi Pasar Memprihatinkan, Pedagang dan Pembeli Sepi

Berita Daerah Tanjab Barat

TANJABBAR – Kondisi bangunan Pasar Parit III Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjabbar saat ini sangat memprihatinkan. Hal tersebut sangat berdampak bagi pedagang, maupun pembeli yang semakin hari semakin sepi.

Sejak dibangun pada tahun 2002 lalu, hingga sekarang, salah satu Pasar tradisional di Kuala Tungkal tersebut belum tersentuh perbaikan pemerintah setempat, sehingga membuat pedagang mengeluh.

Dari pantauan dilapangan, tampak bangunan yang mulai rapuh, dan terlihat plafon rusak dan terkelupas akibat dimakan usia. Bahkan tiang bangunan juga banyak yang nyaris roboh hingga membahayakan para pedagang yang sedang berjualan maupun pengunjung.

Mira salah seorang pedagang pasar parit III, mengatakan sejak 7 tahun belakangan ini, bahkan beberapa bulan terakhir ini kondisi atap makin banyak terkelupas dan bocor.

Ia mengakui, jika kondisi bangunan pasar yang memprihatinkan tersebut membuat pedagang dan pengunjung kurang nyaman, sehingga pasar mulai sepi.

” Kondisi pasar ini meragukan, kalo bangunan rusak begini bagaimana pembeli mau masuk. Kami saja tidak nyaman,” Keluhnya.

Menurut dia, dengan kondisi kerusakan seperi pada atap pasar, lapak para pedagang, lantai pasar hingga tiang penyangga membuat kondisi pasar semakin semrawut yang menjadi alasan kurang nyamannya penghuni.

” Apabila hujan turun pasar kerap bocor, sehingga barang dagangan basah dan cepat membusuk.” Ungkapnya.

Bahkan ia menceritakan Retribusi baik sewa lapak dan kebersihan setiap hari dibayar. Namun hak mereka untuk mendapatkan tempat yang nyaman untuk berjualan belum diperoleh.

” Ini lah pasar yang tidak mendapatkan perhatian, pemerintah hanya Janji- janji palsu saja mau diperbaiki.” Ujarnya dengan nada kesal.

Ia berharap pemerintah maupun instansi terkait untuk segera memperbaiki bangunan pasar tradisional parit III tersebut, sehingga pedagang maupun pembeli menjadi nyaman ketika akan belanja.

Hal senada juga dikatakan pedagan lainnya, Maslan, kondisi pasar sejak dibangun pada tahun 2002 silam ini. Hingga sekarang sangat mengalami penurunan pengunjung.

Dengan tidak adanya perawatan dan kurang adanya penertiban pedagang lapak dadakan disekitar jalan atau PKL yang juga mempengaruhi penghasilan dan kelangsungan fungsi pasar.

” Akibat bangunan pasar banyak rusak, satu persatu pedagang meninggalkan lapak dipasar parit III ini. Pedagang lebih memilih tumpah ruah dipinggir jalan depan pasar,” ungkapnya.

Tentu menurutnya hal ini membuat kondisi semakin sepi pembeli. Bila dibandingkan dengan dulu, hampir seluruh lapak penuh. Namun sejak adanya lapak lapak dipinggir jalan perlahan pasar menjadi sepi.

Dirinya menyebutkan mengenai masalah ini pihak pedagang sudah beberapa kali melayangkan proposal ke Pemkab Tanjabbar.
Namun sampai hari ini tidak ada jawaban pasti kapan akan diperbaiki.

Bahkan, kata Maslan bupati Tanjabbar (Safrial) sudah pernah ninjau dan melihat langsung keadaan pasar ini, namun perbaikan juga tak kunjung dilakukan.

” Kita bersama pedagang lain berharap, kepada Pemkab untuk segera melakukan perbaikan bangunan pasarnya, agar aktivitas dipasar tradisional ini bisa ramai pembeli saat melakukan transaksi.” Pungkasnya.(hry)