Temukan Proyek Salahi Aturan di SMKN 3, Dewan Minta Kepseknya Diganti

Berita Jambi Berita Viral Parlemen Pendidikan

JAMBI – Saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di SMK 3 Kota Jambi kawasan Pall 10, Jum’at (06/12/2019) Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, temukan keadaan sekolah yang kacau balau, seakan tidak diurus.

Seperti yang disampaikan salah satu anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Khafid Moein saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com disela-sela Sidak ke RSUD Raden Mattaher Jambi.

Khafid mengatakan, bahwa pembangunan sekolah di Jambi sangat jauh memperihatinkan, dibandingkan dengan di Kabupaten Merangin.

Dirinya melihat, keadaan di lingkungan SMK Negeri 3 Kota Jambi tersebut, saat sidak begitu tidak terurus, sampah berserakan dimana-mana. Tak ayal mereka pun dari Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, sangat kecewa dengan keadaan itu.

“Lingkungan sekolah itu kan, dia bisa menggerakkan anak-anak, pihak kebersihan. Atau dia juga bisa memanggil orang tua murid untuk bergotong royong, melalui komite. Tidak perlu harus komite iuran, komite datangkan untuk gotong royong. Ini sama sekali tidak ada, sangat kecewa,” kata Khafid.

Selain itu, ada juga beberapa bangunan yang tidak diurus, bahkan pihak sekolahnya seperti lepas tanggung jawab dan tidak tahu menahu.

Dalam sidak tersebut, rombongan mengecek sejumlah bangunan fisik yang masih dalam proses pekerjaan. Namun, para anggota dewan cukup terkejut dengan kodisi bangunan di lapangan.

Pada bangunan proyek workshop, tampak sangat kotor. Ini dikarenakan, bangunan itu tidak dilengkapi dengan parit. Sehingga, air hujan langsung masuk dalam ruangan yang sama tinggi dengan tanah.

Lalu, tiang bangunan itu juga tampak menggantung, sehingga dewan khawatir bangunan itu tidak dikerjakan sesuaikan dengan spesifikasinya.

Terlebih lagi, Kepala SMKN 3 Kota Jambi, Ruslan tidak bisa menjelaskan kepada DPRD Provinsi Jambi yang melakukan Sidak.

Alasannya, mereka hanya menerima bangunan itu, sementara pekerjaannya mereka tidak tahu spesifikasinya.

Dikatakan Khafid, bahwa bangunan tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah dilakukan sewakelola. Namun, disayangkan mengapa kepala sekolah tidak mengurusnya. Sehingga bangunan tersebut tidak terurus.

“Kalau DAK itu, sifatnya proyek itu sewakelola. Kalau sewakelola, Kepala sekolah itu yang harusnya bertanggung jawab. Pertanggungjawaban nya apa, duit itu diterima, tapi tidak diborongkan kalau namanya sewakelola itu.” Jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa dalam sewakelola itu boleh minta bantu cari tukang, akan tetapi semuanya pihak sekolah yang memiliki wewenang untuk mengelolanya.

“Tapi kepala sekolah malah bilang tidak tahu menahu, dan tidak bertanggung jawab.” Tegasnya.

Melihat hal tersebut, anggota komisi IV DPRD Provinsi Jambi itu geram, dan meminta agar Kepala sekolah SMKN 3 tersebut digantikan.

“Kalau saya pribadi itu minta kepala sekolah nya diganti. Saya minta juga rekomendasi dari dewan, tukar Kepala sekolah nya.” Tegasnya. (Nrs)