Masyarakat Minta Fogging, Ini Penjelasan Dinkes Tanjabbar

Pemerintahan Tanjab Barat

TANJABBAR – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat kini terus mengalami peningkatan. Gejala DBD ini terus menyerang khusus nya terhadap anak anak yang rentan
dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Terkait hal itu pula, masyarakat yang berdampak terjangkit DBD tersebut, meminta Dinas kesehatan Tanjabbar untuk bertindak dengan melakukan pogging kesetiap rumah masyarakat.

Menangapi ini kepala dinas kesehatan Tanjabbar Andi pada melalui Kasi Pencegahan dan Pengulangan Penyakit Menular(P2PM) Ermayanti SKM, menyebut memang kasus DBD di Tanjabbar sejak tiga bulan terakhir mengalami peningkatan. Serta banyak nya permintaan masyarakat kepada Dinkes untuk dilakukan fogging.

” Permintaan masyarakat untuk dilakukan fogging telah kita tanggapi, tentu dengan Penyelidikan Efidemlogi dahulu kelokasi tersebut. Setelah melakukan PE dan memang kasus nya benar- benar dipogging, ya kami laksanakan pogging.” Ujar Erma.

Kata Erma, perlu juga diketahui masyarakat, bahwasanya setiap ada kasus DBD tidak selalu dilakukan fogging. Karena pogging itu tidak lah efektif untuk memberantas nyamuk.

” Kalau difogging hanya memberantas dan nyamuk dewasa saja yang mati, namun tidak bisa memberantas jentik jentik nya.” Ungkap Erma.

Dirinya menjelaskan, yang lebih efektif untuk memberantas nyamuk hingga jentik jentik nya yaitu kesadaran masyarakat dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan dengan cara 3 M plus.

” Yang pertama menutup tempat- tempat penampungan air, menguras bak-bak mandi dan memanfaatkan barang- barang daur ulang. Seperti ban-ban bekas ataupun kaleng kaleng bekas, sedangkan plusnya untuk mencegah gigitan nyamuk dengan memakai loxion anti nyamuk dan memberantas jentik nyamuk mengunakan larpasida, yakni bubuk ABT ditaburkan kepenampungan air.” Terang nya.

Erma menambahkan, perlu diketahui jika nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD itu waktu mengigitnya siang bukan dimalam hari.” Nyamuk ini mulai mencari korbannya pada siang hari di jam-jam anak sekolah, dari jam 8 hingga jam 11 dan jam 2 sampai jam 5 sore,” Tutup Erma.

(hry)