Jangan Kaget Jika Harga Sawit Turun di Desember, Ini Alasannya

Bisnis Nasional

JAKARTA – Harga minyak sawit mentah/crude palm oil (CPO), ditutup melemah pada istirahat siang perdagangan hari ini. Ekspor produk minyak sawit Malaysia bulan November diperkirakan turun jadi salah satu sentimen pemicunya.

Senin (2/12/2019), harga CPO kontrak pengiriman tiga bulan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange ditutup di RM 2.693/ton pada istirahat siang perdagangan. Harga CPO ditutup melemah 1,86% dibanding perdagangan penutupan pekan lalu.

Menurut trader yang berbasis di Kuala Lumpur, koreksi terjadi karena harga CPO telah menyentuh level jenuh belinya (overbought) serta penurunan kinerja ekspor Malaysia, melansir Reuters.

Ekspor produk minyak sawit Malaysia diperkirakan turun hingga 7,4% dibanding bulan sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh AmSpec Malaysia pada Sabtu (30/11/2019).

Pergerakan harga CPO juga dipengaruhi oleh harga minyak nabati jenis lainnya. Mengutip Reuters, harga minyak kedelai kontrak bursa Dalian Commodities Exchange turun 0,9% sementara harga minyak kedelai di Bursa Chicago cenderung flat.

Namun, sentimen positif masih membayangi harga CPO untuk tahun depan. Lembaga riset global, Fitch memperkirakan harga CPO akan naik US$ 50 (RM 209) tahun depan. Fitch juga mengatakan bahwa kenaikan harga yang terjadi sejak bulan lalu diakibatkan oleh pertumbuhan suplai yang melambat dan konsumsi biodiesel di Indonesia yang tinggi. (CNBC Indonesia)