Waspada, Puluhan Anak Terserang DBD di Tanjabbar

Berita Jambi

TANJABBAR – Sejak 3 bulan terakhir, puluhan balita dan anak-anak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal ini disebabkan peralihan musim kemarau dan hujan, yang menyebabkan cuaca berubah serta menimbulkan penyakit dari gigitan nyamuk ini.

Pantauan media ini di Rumah Sakit Umum KH Daud Arief Kuala Tungkal, ruang khusus anak seluruhnya sudah terisi pasien balita dan anak-anak mulai pasien dari pelosok dusun hingga lingkungan kota.

Firdaus salah seorang orang tua pasien mengatakan, anaknya yang masih balita sudah 2 hari dirawat akibat terjangkit Demam Berdarah.

Warga dari Desa Sungai Terap, Kecamatan Betara ini menuturkan, dari daerah asalnya bukan anaknya saja yang dirawat akibat DBD. Namun ada 10 orang anak-anak juga dirawat dengan penyakit yang sama.

“Banyak juga dari desa kita yang anak-anak terserang DBD ini, yang saya tahu saat ini ada 10 pasien telah menjalanin perawatan,” ujar Firdaus.

Tingginya angka penyakit DBD ini, kata Firdaus. Karena tidak ada kegiatan fogging yang dilakukan pibak terkait untuk mencegah penularan penyakit dari nyamuk nyamuk tersebut.

“Sejauh ini belum ada dilakukan fogging penyemprotan asap di setiap rumah diwilayah kita. Kita hanya berharap dinas terkait secepatnya melakukan pencegahan untuk mengatasi menularnya penyakit ini kepada anak-anak maupun warga lainnya,” ungkap Firdaus.

Sementara itu, ungkapan yang sama disampaikan warga kelurahan Patunas Kuala Tungkal, Dadang Aulia.

Bilangnya, sudah 5 hari anaknya yang berumur 1 tahun dirawat di bagian sal anak, setelah dilakukan cek darah dan dinyatakan positif DBD.

Ia mengatakan, mayoritas anak-anak yang dirawat dirumah sakit umum KH Daud Arief ini merupakan pasien yang positif Demam Berdarah.

Ia selaku orang tua pasien sangat mengharapkan pihak dinas terkait segera melakukan pogging disetiap rumah warga, karena kata Dadang sampai saat ini belum ada tindakan dari dinas kesehatan dalam upaya melakukan fogging.

“Sejak penyakit Demam Berdarah mewabah di daerah kita, memang belum ada tim dari dinas kesehatan melakukan fogging.” kata Dadang.

Terpisah, Kabid Bina program rumah sakit umum KH Daud Arief Jaharrudin membenarkan bahwa sejak tiga bulan terakhir ada puluhan pasien menjalanin perawatan akibat penyakit Demam Berdarah.

“Yang dirawat akibat penyakit Demam Berdarah ini kebanyakan anak anak, karena mereka lebih rentan terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini.” Terang Jaharrudin.

Kata Jaharrudin, data yang tercatat di rumah sakit umum sejak 3 bulan terakhir, pasien penderita DBD yang telah menjalanin perawatan rawat inap berjumlah 50 anak-anak dan 14 orang dewasa.(hry)