Bakri Agresif Untuk Pilgub, Begini Jawaban Zumi Zola

Daerah Politik

JAMBI – Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli hari ini, Selasa (12/11), datang ke Jambi tepatnya di Pengadilan Negeri (PN) Jambi. Kehadiran tersangka kasus Ketok Palu itu, adalah menjadi saksi terkait sidang lanjutan kasus suap Rancangan Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (RAPBD) 2018 dari terdakwa swasta.

Hadir juga 3 eks anggota DPRD Provinsi Jambi, yakni Zainal Abidin, Muhammadiyah, dan Efendi Hatta, serta mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Erwan Malik.

Disela sidang yang ditunda beberapa saat itu, Zumi Zola tiba-tiba nongol kehadapan awak media melalui kaca jendela ruang tunggu PN Jambi.

Tak lupa Zola menyapa masyarakat yang antusias ingin bertemu sambil berjabat tangan hingga bersua foto dengan eks Ketua PAN Provinsi Jambi ini.

Saat ditanya mengenai Bursa Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jambi yang akan dihelat tahun depan dan sedang diperebutkan berbagai tokoh elit Provinsi Jambi itu. Zola sapaan akrabnya, menjawab dengan klise.

“Saya sekarang menjadi bagian dari masyarakat,” jawabnya dihadapan awak media sambil selalu melempar senyum.

Dalam percakapan yang dilakukan di jendela itu, Zola hanya menitipkan doa agar siapapun yang terpilih nanti adalah sosok yang terbaik untuk Provinsi Jambi

“Doa saya. Siapapun nanti yang terpilih, adalah yang terbaik untuk masyarakat Provinsi Jambi,” ujarnya.

Saat ditanya terkait gerakan agresif, masif H Bakri yang kini menjabat sebagai Ketua PAN Provinsi Jambi itu untuk maju sebagai Calon Gubernur Jambi, Zola tak mau berkomentar banyak. Ia hanya melepas doa terbaik untuk masyarakat.

“Saya tidak tau sedalam itu. Semua berdasarkan Nawaitu. Nanti diberikan jalan oleh Allah. Kita berdoa untuk yang terbaik bagi masyarakat Jambi,” sahutnya sembari melempar senyum lagi.

Kembali ditanya apakah akan kembali maju sebagai Calon Gubernur Jambi apabila masyarakat kembali menghendaki usai menjalani masa hukuman, Zola tak mau terlalu berandai-andai.

“Sekarang sibuk sidang. Saya tidak mau berandai-andai,” pungkasnya.
(Rendy)