Hasil Sidak Dewan Tak Kunjung Keluar, “Apa Karena Sinar Mas Group”

Daerah

MERANGIN – Warga Desa Jelatang , Pamenang, makin kesal terkait pencemaran lingkungan yang disebabkan pembuangan limbah abu boiler dari pabrik pengolahan kelapa sawit (CPO) milik PT Kresna Duta Agroindo (KDA) yang tak ada penjelasan hingga saat ini.

Pasalnya, hingga saat ini Komisi III DPRD Kabupaten Merangin bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Merangin belum mengeluarkan hasil pemeriksaan limbah PT KDA yang di lakukan pada Rabu (16/10) bulan lalu.

Baca Juga: Sidak PT KDA, Warga Harap Dewan Perjuangkan Hak Mereka

Masyarakat pun semakin naik pitam. Karena mereka menganggap seakan keluhan keluhan tak dianggap dan hanya disepelekan.

“Bertahun-tahun PT. KDA selalu begitu-begitu saja. Tidak pernah memikirkan kami masyarakat yang terdampak abu boiler, jumlah lalat yang meningkat dan bau busuk dari limbah mereka,” ungkap Samsir salah satu warga RT 8 yang merasakan dampak pencemaran lingkungan, Sabtu (9/11).

Baca Juga: Diacuhkan Sinarmas Warga Jelatang Akan Geruduk PT KDA

Apabila keluhan mereka tidak bisa di selesaikan oleh Dewan dan Pemkab Merangin, Samsir menegaskan seluruh masyarakat Jelatang yang terkena dampak pencemaran tersebut akan melakukan aksi demo.

“Kalau keluhan kami tidak direalisasikan, kemungkinan besar akan terjadi demo. Mungkin ini yang diinginkan pihak perusahaan Sinarmas Group karena mereka merasa besar kepala,” ucapnya dengan lantang.

Selain itu kata Samsir, Komisi III juga harus memanggil semua masyarakat RT 8 yang terdampak pencemaran lingkungan tersebut.

“Kami ingin jika ada wacana pertemuan antara pihak pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Semua masyarakat yang terkena dampak pencemaran lingkungan dari PT KDA harus dipanggil. Supaya pemerintah tau kalau kami selama ini menderita. Dan kami tidak mau keluhan kami disambung dengan lidah orang lain,” harap Samsir dengan tegas.

Baca Juga: Bocoran Hasil Sidak, PT KDA Positif Hasilkan Limbah B3

(hsb)