Ketakutan Dihantui Korban, Keluarga Minta Riski Dihukum Mati

Hukrim

JAMBI – Polsek Telanaipura Kota Jambi, Kamis (07/11/2019) sekira pukul 14.00 WIB, melakukan rekonstruksi ulang kasus pembunuhan oleh dua tersangka.

Ialah Sabri (23) warga Jalan Lintas Timur, RT 17, RW 01, Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, serta Riski Ardiansyah (26) warga Lingkar Selatan, Kecamatan Kota Baru, yang tega menghabisi rekannya sendiri yakni Fikri alias Syafi’i (28) warga Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi.

“Saya sangat menyesal,” sahut Riski saat melakukan reka ulang adegan berdarah itu.

Selain itu, Riski mengaku merasa ketakutan di dalam sel tahanan Polsek Telanaipura karena merasa di bayang-bayangi korban di setiap malam hari,“ Takut, setiap mau ke WC seperti ada bayangan korban,” ujarnya.

Riski dan Sabri memperagakan 30 adegan yang menewaskan Syafi’i. Pada adegan pertama di gambarkan, bahwa korban menghubungi Riski untuk datang ke kosnya, selanjutnya di adegan kedua, Riski dan Sabri langsung merencanakan untuk mengambil semua barang berharga milik korban.

Pada adegan ke tiga hingga ke enam, kedua tersangka mengambil pisau yang ada di dapur dan lalu pergi ke rumah korban. Di adegan tujuh sampai sembilan, kedua tersangka langsung masuk kedalam kamar bersama korban, dan dua rekan korban kala itu sedang menonton tv. Selanjutnya, di adegan ke sepuluh hingga tiga belas, semua tertidur dan hanya Riski yang masih terbangun.

Kapolsek Telanaipura, AKP Yumika menerangkan ada 14 adegan penting yang diperagakan tersangka saat terjadinya pembunuhan pada korban. Yakni di mulai dari adegan ke 14 hingga adegan ke 27 yang mana korban benar-benar di nyatakan tewas.

“Kedua tersangka sudah merencanakannya sejak awal hingga terjadinya penganiayaan pemukulan hingga penusukan pada korban, sesuai dengan hasil BPAP,” terang Yumika.

Selanjutnya, di adegan ke 28 hingga 30, tersangka mengambil semua barang berharga milik korban. Yang antara lain yakni Komputer Jinjing (Laptop), Hp, serta barang berharga lainnya, terkecuali sepeda motor korban. Setelah itu, mereka berlalu pergi ke rumah kontrakan Sabri.

“Sementara tersangka kita kenakan pasal 340 KUHPidana, atau pasal 339 atau pasal 338 KUHPidana,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Annisa (42) kakak kandung korban tak bisa berkata apa-apa saat melihat aksi keji yang diperagakan oleh dua tersangka kepada adiknya kandungnya. “Kalau saya minta agar di hukum mati, untuk apa dia hidup. Karena adik aku baik,” kesal Anissa.

Sebelumnya, Fikri di temukan tewas oleh warga di kamar kosnya ketika salah satu warga sedang membakar sampah di belakang rumahnya. Saat itu, warga melihat banyak lalat yang masuk ke dalam rumah melalui jendela kamar korban.

Merasa curiga, warga tersebut langsung memberitahu pemilik kos untuk mengecek kamar tersebut. Rupanya kamar korban dalam keadaan terkunci dari luar. Setelah pintu kamar berhasil dibuka, langsung dikagetkan dengan tubuh Fikri yang mulai membusuk.

(Rendy)