Kisah Begal Wartawan, Novian Dan Novri Akhirnya Bertemu Di Sidang

Hukrim

JAMBI – Selasa (05/11) sore, Pengadilan Negeri Jambi melaksanakan sidang terkait kasus pembegalan seorang wartawan koran harian di Jambi yang hampir menjadi korban tindak kejahatan jalanan (begal) oleh terdakwa Novian, pada Selasa (02/07) lalu.

Diketahui, kejadian itu terjadi usai kurir tinta ini menjalani liputan kegiatan Operasi Pekat (penyakit masyarakat) bersama rekan sejawat lain yang dilaksanakan Polda Jambi kala itu.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Arfan Yani ini, saksi korban yakni Novri menceritakan awal mula kejadian tersebut. “Awalnya saya ingin makan bersama rekan-rekan. Namun dihampiri terdakwa, sambil menangis. Dia meminta saya untuk mengantarkan dirinya ke Polda Jambi, karena motornya dicuri oleh seorang wanita,” kisahnya.

Lanjut Novri, dirinya menyarankan agar terdakwa membuat laporan ke Polsek Pasar saja karena posisi korban dan pelaku di wilayah tersebut. Akan tetapi terdakwa menolak, dan berkeras untuk tetap ke Polda Jambi karena beralasan ada keluarganya yang berdinas di sana.

Akhirnya, Novri beserta rekan yang lain mengantarkannya ke Polda Jambi. Namun sesampai di depan Jalan Sudirman, Kota Jambi, Novian malah meminta merubah arah. “Tetapi saya dan rekan tetap mengantarkan dia (terdakwa,red) ke Polda Jambi,” ujarnya.

Sesampai di depan gerbang Polda Jambi, lebih dalam Novri mengisahkan, pemuda tersebut secara tiba-tiba mengeluarkan sajam kearah Novri. “Namun rekan saya Ari, langsung teriak saat melihat terdakwa mengeluarkan pisau. Oy pisau kau. Pelaku langsung melarikan diri ke arah gang yang terdapat di depan Polda,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Fery Fadly, rekan Novri yang hadir sebagai saksi membenarkan situasi itu. Dia mengatakan, waktu itu ada beberapa rekan-rekan jurnalis yang ikut mendampingi Novri mengantarkan Novian ke Polda Jambi. Namun, terdakwa malah mengacungkan sajam saat akan tiba disana. “Kurang lebih, 3 (tiga) meter jarak saya dengan korban,” jawabnya saat ditanya Jaksa Penuntut Umum.

Novian yang telah menyandang status sebagai terdakwa itu, membenarkan penjelasan Novri saat ditanya oleh Hakim Ketua. “Saya lompat mau buang senjata,” sudah berapa kali melakukan modus seperti itu, lagi tanya Arfan Yani, “Baru dua kali pak,” kata terdakwa.

Dalam persidangan tersebut, terungkap bahwa terdakwa juga sudah pernah dijerat 1 tahun hukuman penjara akibat kasus yang sama yakni yang berkaitan dengan senjata tajam.

(Rendy)