Tahun Ini, Uji Coba Aspal Karet Akan Dilakukan Depan UIN Jambi 

Pemerintahan

JAMBI – Terkait upaya pemerintah dalam melakukan uji coba aspal karet di Provinsi Jambi ini, tampaknya tidak dapat memberikan efek baik bagi para petani, Jum’at (01/11/2019).

Betapa tidak, Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat yang baru ini sudah melasakan tender untuk kegiatan aspal karet tersebut, bakal dilakukan uji coba penggunaan tahun ini. Namun sangat disayangkan, bahan-bahannya itu dibeli dari luar, dengan bentuk yang sudah diolah.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, M. Fauzi, Kamis (31/10) kemarin, bahwa pihaknya sudah menetapkan pemenang terhadap tender yang sudah dilaksakan. Hanya saja, ini masih uji coba yang anggarannya Rp. 600 Juta, dan dirasa belum berdampak terhadap petani karet di Provinsi Jambi.

Fauzi juga mengatakan, untuk panjang jalan yang akan dibangun aspal karet nani, itu hanya 300 meter. Dimana lokasinya, direncanakan akan dibangun di jalur 2 arah, di depan IAIN Telanaipura Kota Jambi.

“Rp 600 juta tidak bisa berdampak kepada petani karet di Jambi. Karena kita tidak mengolah karet sendiri, namun beli produk jadi untuk dipasangkan ke jalan,” jelas Fauzi.

Berita Terkait : Jambi Siap Garap Aspal Berbahan Dasar Karet, Begini Keterangan Dinas PUPR

Dengan membeli produk jadi dari luar tersebut, itu artinya pemerintah tidak bisa menggunakan karet dari petani Jambi untuk diolah sebagai bahan aspal. Karena butuh anggaran besar untuk melakukan itu.

Tak hanya itu saja, salah satu penyebab lainnya, juga karena peralatan serta teknologi untuk mengolah sendiri karet ini membutuhkan anggaran yang besar, sehingga alternatifnya yakni membeli barang jadi, untuk ditempelkan di aspal tersebut.

“Dengan uang hanya Rp 600 juta, tidak mungkin kita bangun pabrik, beli alat. Jadinya kita harus beli produk jadi dari luar.” Bebernya.

Disamping itu juga, Fauzi mengatakan volume pengerjaan masih terbilang sangat kecil. Karena tahun ini hanya sebatas uji coba saja sepanjang 300 meter.

“Sehingga belum bisa kelola dan produksi sendiri bahan bakunya di Jambi,” imbuhnya.

Pembangunan aspal karet itu sendiri, untuk membandingkan kualitas jalan berbahan aspal biasa dengan yang berbahan aspal karet. Makanya, lanjut Fauzi dibangun di jalur dua jalan. Sehingga jalur pertama menggunakan aspal karet, sementara jalur yang disebelahnya menggunakan aspal biasa.

Baca Juga : Sepasang Pelajar SMP Ditolak KUA Menikah, Banding Ke Pengadilan

“Dengan demikian, kita bisa bandingkan, bagaimana ketahanan aspla karet itu dibandingkan dengan aspla biasa. Insya allah dalam waktu dekat ini sudah mulai. Karena tender, sudah tahap penetapan pemenang. Pihak ketiga juga menyanggupi pengerjaan, karena tidak mendatangkan alat atau teknologi lantaran kita beli produk aspal karet yang sudah jadi. Tinggal pasang,” pungkasnya. (*/Nrs)