Kades Sungai Jering Diduga ” Mark Up” Dana Desa

Desa Membangun

TANJABBAR – Dana Desa (DD) merupakan program dari Pemerintah pusat, yang harus digunakan dan dimanfaatkan dengan baik serta untuk kebutuhan desa meningkatkan sarana dan prasarana atau infrastruktur bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Dana Desa pun tidak sembarangan untuk disalahgunakan, karena DD merupakan dana yang ditransfer langsung dari pusat ke desa dan tangung jawab ada di desa.

Namun tidak demikian untuk Desa Sungai Jering, Kecamatan Pengabuan Kabupaten Tanjabbar, DD yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan diindikasi “Mark Up” saat dikelolah oleh Kepala Desa (Kades) setempat.

Dari hasil penyusuran awak media dilapangan, serta diperkuat hasil konfirmasi dari berapa sumber yang ditemui. Kades Sungai Jering telah berani mempermainkan DD pada dua pekerjaan pembanggunan jalan rigid beton tepatnya di RT 03 dan RT 04.

Menurut Sumber yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, kegiatan dana desa yang diperuntukkan pada pembanggunan jalan rigid beton di dua lokasi tersebut banyak sekali kejanggalan.

“Meskipun kita bukan ahli bidang teknisnya. Namun secara kasat mata melihat dua lokasi yang dibangun saya duga jelas akan jadi temuan oleh pihak terkait,” sebutnya.

Dikatakannya, ada terjadi penguranggan volume pekerjaan fisik jalan rabat beton yang berlokasi di RT 04 pada anggaran tahun 2017 lalu. Seharusnya jalan dilokasi ini di bangun sepanjang 500 meter. Tapi fakta dilapangan pekerjaan baru dilaksanakan pada awal 2019 lalu hanya dengan volume 150 meter.

“Dugaan kecurangan dalam pengelolaan dana desa tersebut juga terjadi pada anggaran Dana Desa Tahun 2018 lalu, pada Pekerjaan jalan rabat betol yang berlokasi di RT 03 Desa Sungai Jering. di lokasi ini seharus nya di bangun jalan dengan volume 530 M x 1,5 M. fakta dilapangan volume panjang kembali di kurangi sepanjang 50 M,” terangnya.

“Infomasi kecurangan ini kabarnya telah tercium oleh pihak kejaksaan dan inspektorat Tanjabbar. Bahkan infonya akan turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap jalan tersebut,” timpalnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sungai Jering, Roby saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu soal pekerjaan fisik dan non fisik yang ada di Desa Sungai Jering.

“Kalau soal itu saya tidak tau pak, karena semua nya ditangani langsung oleh kades, baik yang 2017 maupun 2018,” ungkapnya.

Dijelaskannya, tidak hanya pekerjaan fisik berupa jalan atau bangunan saja semua kegiatan yang bersumber dari Dana Desa di kelola langsung oleh Kades.

“Dan kades pun tidak pernah menjelaskan kepada kita terkait pekerjaan Yang akan di laksanakan,” tuturnya.

Terpisah, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sungai Jering ,Yatimin juga mengaku tidak mengetahui secara detail pekerjaan Dana Desa anggaran Tahun 2018.

“Kami mau ngomong apa pak, semuanya memang dilaksanakan oleh kades, keberadaan saya sebagai TPK untuk anggaran tahun 2018 hanya sebagai simbol saja,” terangnya.

Ia menyebut, selaku TPK dirinya juga telah berulang kali mengingatkan kades, soal kekurangan volume pekerjaan jalan rabat beton yang berlokasi di RT 03. Namun tidak ada tanggapan dari Kades.

“Sudah saya sampaikan sebelum timbul masalah ini, tapi selain tidak di gubris kades juga mengatakan akan bertanggung jawab,” sebutnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan pengabuan Hermansyah, dikonfirmasikan terkait hal ini melalui via telpon mengatakan, sebagai Camat sesuai tupoksi bertugas melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan Dana desa maupun Kelurahan.

“Kami selalu menyampaikan dan mengingatkan kepada seluruh kades dan perangkat desa dalam wilayah kerja kami untuk mengelola dan menggunakan dana desa sesuai aturan yg ada. Namun karena keterbatasan kewenangan tentu semua berbalik kepada kades atau perangkat desa yang bersangkutan mau mendengar apa tidak,” ujarnya.

“Saat ini saya juga putus komunikasi sama kades bersangkutan karena kades bersangkutan tidak lagi jadi kades,saat ini kades wilayah tersebut di pegang oleh kades Pejabat Sementara,” terang Herman.

Sayangnya terkait hal ini Kades bersangkutan sulit untuk dikonfirmasikan, diupayakan berapa kali dihubungi melalui via ponsel tidak aktif.

(hry)