Decoration Cake Jambi, Komunitas Emak-emak ‘Melukis’ Kue Binaan Bogasari

Bisnis Daerah Profil

JAMBI – Memiliki hobi yang sama, para perempuan pembuat kue berinisiatif membentuk komunitas. Riris Suprihatin dan temannya Sri Astutik membentuk Decoration Cake Jambi (DCJ) yang kini sudah berusia 2 tahun.

Komunitas cake and decoration ini adalah komunitas yang gemar membuat kue beserta dekorasi aneka kue. DCJ seolah menjadi rumah untuk berbagi resep maupun kreativitas.

“Artinya, kita kumpul berbagi pengetahuan. Dari teman-teman yang buat kue, ada yang hobi sampai yang mau belajar, gabung disini,” kata Riris, founder DCJ bersama Lena Ahmad, saat bertemu awak media, Sabtu (5/10/2019) sore.

Mereka menjalin komunikasi di jejaring media sosial. Aktif di WhatsApp, DCJ juga aktif di Facebook dan Instagram.

Tak hanya berbagi di media sosial, DCJ juga kerap bertemu sapa dan membuat Latihan Bareng (Latbar). Tak main-main memang, untuk Latbar komunitas yang merupakan binaan Bogasari ini mendatangkan Chef Doni Saputra, dari PT Ritz dari Medan.

“Selain Latbar setiap bulan, kita juga ada datangkan chef. Latbar yang lalu, kita datangkan Chef Doni. Selain itu, kita dapat seminar seperti Bogasari,” kata Lena.

Berita Terkait : Guna Memajukan UKM di Indonesia, Bogasari Gelar Seminar Era Digital di Jambi

Wanita berkacamata ini terbilang sukses dalam usahanya di Cake and Decoration. Ia mengaku, mendapat orderan hingga Amerika.

Komunitas ini juga sebagai tempat berbagi rejeki. Dimana bila ada orderan pada anggota, mereka membagikan orderan pada anggota lainnya.

“Misalkan ada anggota yang mendapatkan order, tapi tidak bisa membuatnya, di bagi ke temannya. Juga kadang ada yang mesan beberapa, dibagi anggota lain,” kata Eka Puspitasari, Wakil Ketua Even di DCJ.

Mereka membuat Puding Lukis, Jelly Art, cake dan sebagainya. Bilang Eka, Wedding Cake paling menonjol di DCJ. Pesanan untuk ini, hingga 15 loyang untuk hantaran.

Anggota komunitas ini juga ada yang sedang belajar membuat kue beserta dekorasinya, ataupun yang bisa membuat kue tapi hanya untuk konsumsi di rumah saja. Berusia 2 tahun, mereka memiliki 150 anggota aktif dan ratusan pengikut lainnya.

Suka Duka DCJ Sampai di Bully

DCJ tak hanya ada di Kota Jambi, juga menyebar ke Muaro Jambi hingga Sungai Penuh. Mereka membuat iuran sebesar Rp 10.000 setiap anggota perbulannya. Uang ini nantinya digunakan untuk Latbar hingga kegiatan sosial lainnya.

Baca Juga : Kisah Inspirasi Nanda, Pemilik Angkringan Nusantara Yang Tak Bisa Bahasa Jawa

Kata Riris, siapa saja boleh bergabung di DCJ baik untuk berbagi atau yang mau belajar.

Dalam perjalanan komunitas yang saat ini diketuai Sumarsih itu, Riris dan Eka tentu mendapat pengalaman berharga. Baik dari ilmu, orderan hingga bullyan.

“Ya banyak. Misalkan ada Latbar, tau-tau hujan datang. Mau tak mau harus pergi. Apalagi kalau jadi panitia. Terus, ya kadang dicuekin anggota, sampai di bully. Tapi Alhamdulillah, semua tetap kompak dan semakin solid,” kata Riris.

DCJ sendiri, bakal mengikuti Festival Mie Ayam pada Minggu, 13 Oktober mendatang di Kota Baru. Mereka akan menampilkan karya terbaik DCJ pada kegiatan yang diperkirakan dihadiri 5000 orang itu.

Minat gabung?

(Erw)