Bantah Bukan Lahannya, Evi Tunggu Pihak Sinarmas di Gedung Dewan

Parlemen

JAMBI – Seperti diketahui beberapa waktu lalu bencana kabut Asap kembali melanda disejumlah daerah di Provinsi Jambi yang disebabkan banyaknya jumlah luas lahan yang terbakar baik milik masyarakat maupun perusahaan perkebunan swasta.

Hal inipun mengakibatkan makin banyaknya pula warga yang terkena inspeksi saluran pernapasan (ISPA). Sehingga membuat para Dewan Provinsi Jambi menjadi gerah salah satunya Evi Suherman.

Evi pun menjadi perihatin dengan kejadian tersebut. Maka dari itu dirinya meminta kepada pemerintah untuk menindak tegas khususnya kepada pihak perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan salah satunya PT Bahana Karya Semesta ( Sinarmas Group) di Sarolangun, Provinsi Jambi.

“Kami akan membawa masalah anak perusahaan Sinarmas ini hingga ke Kementerian LHK,” ungkap Evi melalui telepon selulernya kepada Dinamikajambi.com, Jum’at malam (3/10/2019).

“Kalau Sinarmas bantah itu bukan lahannya, ayo buktikan dengan data. Giliran tidak terbakar eh itu milik saya tapi kalau uda terbakar ini HGU nya bukan milik Sinarmas,” lanjutnya.

Tak hanya itu, sesuai dengan apa yang telah dijanjikan pihak Sinarmas, Evi menegaskan dewan akan menunggu kedatangan pihak perusahaan PT BKS atau Sinarmas Group ke gedung DPRD Provinsi Jambi.

“Kami tunggu kedatangan pihak Sinarmas, tapi jangan lupa membawa bukti bahwa lahan perkebunan kelapa sawit yang terbakar di Desa Kasang Melintang Kecamatan Pauh Sarolangun bukan milik Sinarmas,” tegas Ketua PPP Jambi ini.

Sebelumnya berdasarkan temuan Dewan Provinsi Jambi di lapangan, ternyata ada satu lahan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta yang diketahui milik Sinarmas Group habis terbakar pada bulan lalu.

Tapi pertanyaannya, meskipun baik Pemda maupun pemerintah pusat telah menegaskan bahwa setiap perusahaan harus melakukan upaya pemadaman api apabila terjadi kebakaran di lahan milik perusahaan tersebut, tetapi himbauan tegas itu tidak dilakukan oleh Sinarmas Group

Padahal menurut warga setempat kebakaran lahan telah terjadi hampir satu bulan, tapi tidak ada satupun pihak perusahaan yang datang ke lokasi untuk berupaya padamkan api.

“Tak ada kelihatan satu alat berat atau pihak perusahaan yang datang ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api,” ungkap Anggota DPRD Provinsi Jambi Evi Suherman kepada Dinamikajambi.com melalui WhatsApp pribadinya, Jumat malam (19/09/2019).

Ketua Fraksi PPP ini juga dengan tegas meminta kepada pemerintah untuk cepat melakukan tindakan tegas kepada pihak perusahaan yang menurutnya telah terbukti menyalahi aturan yang menyebabkan masyarakat menderita.

“Saya berharap pemerintah menindak lanjuti laporan saya ini. Jika memungkinkan izin nya di cabut,” tegasnya.

(Wandi)