Disdik Panggil Kepala Sekolah, Terkait Pelajar Yang Ikut Demo di Jambi

Daerah Pendidikan

 

JAMBI – Menanggapi terlibatnya siswa SMK/SMA dalam unjuk rasa mahasiswa beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi melalui Kepala Bidang Pembinaan SMK, Bukri mengatakan bahwa pihaknya secara formal sudah memanggil beberapa kepala sekolah, yakni di Kota dan Kabuoaten Muaro Jambi.

“Terkait pelajar yang ikut demo itu, kemarin kami dari Dinas Pendidikan ada pak kadis juga, melakukan pertemuan dengan Kepala sekolah, dan memberi wanti-wanti agar tidak terjadi lagi hal tersebut.” kata Bukri saat ditemui Dinamikajambi.com di ruang kerjanya, Rabu (02/10/2019) sekitar pukul 10.00 wib.

Dirinya juga mengatakan bahwa saat aksi tersebut, Disdik sudah mengintruksikan kepala sekolah untuk menjemput siswa tersebut ke lokasi demo di Gedung DPRD Provinsi Jambi itu.

Selain itu, Bukti juga menyampaikan bahwa kebanyakan siswa yang ikut, itu tidak masuk sekolah, sehingga sulit bagi mereka untuk memantaunya.

“Sebelumnya sudah sudah menghimbau kepada sekolah agar melarang siswa untuk mengikuti demo. Tapi kan ini kebanyakan siswa yang tidak masuk sekolah, kalau masuk sekolah itu ridak bisa keluar lagi.” jelasnya.

Bagaimana untuk tindakan dan sanksi dari Disdik kepada siswa dan sekolah yang kebobolan tersebut ? Kabid SMK Disdik itu memyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang, karena yang memberi hukumn itu pihak sekolah.

“Kalau untuk menghukum itu wewenangnya pihak sekolah. Tapi sanksi paling berat itu dikeluarkan,” ujarnya.

Selanjutnya, mengenai siswa yang kedapatan membawa senjata tajam saat demo, Bukri mengatakan kalau sudah kriminal itu sudah menjadi urusan pihak kepolisian.

“Yang susah inikan siswa ini tidak datang ke sekolah,tetapi langsung ke lokasi. Kalau memang bebas seperti ini, ya pihak kepolisianlah lagi. Tentu kan pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak sekolah,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, bahwa dalam unjuk rasa mahasiswa beberapa waktu lalu, ditemukan ada dugaan siswa membawa bom molotov di lokasi, dan terdapat ada yang membawa senjata tajam berupa badik. (Nrs)