Batik Jambi, Narkoba Diantara Move On Perempuan dan Pertamina

Bisnis Daerah

Program CSR Pertamina, Bantu Ekonomi Keluarga

JAMBI – Menyebut Legok atau Pulau Pandan, orang-orang akan teringat peredaran narkoba. Sebagian lagi, orang akan berbicara perubahan yang terus digerakkan di wilayah ini. Termasuk lewat batik, perempuan disini ‘Move On’ bersama Pertamina untuk yang lebih baik.

Kamis (26/09/2019) siang, belasan perempuan dan sejumlah laki-laki tengah beraktivitas di Rumah Batik, Pengrajin Pembuatan Motif Batik Sipin Jajaran di RT 26, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi. Para perempuan ini, adalah warga setempat yang diberdayakan lewat kerajinan batik.

“Ada 2 batik. 1 batik tulis, 1 lagi batik cap. Batik cap lebih murah dari batik tulis,” kata Vera, 25 Tahun, salah satu anggota saat dibincangi Dinamikajambi.com disela-sela kegiatannya.

Harga batik tulis sendiri, dari Rp 800 ribu hingga 950 ribu tergantung tingkat kesulitan. Mereka mendapatkan uang dari hasil penjualan batik dengan pembagian tiap pekerjaan yang dilakukan. Baik dari pewarnaan, motif atau lainnya.

Yuliana, 31 Tahun, mengaku terbantu dengan Rumah Batik ini. Selain membantu ekonomi, terkadang pekerjaan bisa dibawa pulang kerumah, Yuli bisa mengawasi 3 anak-anaknya.

“Kalau dikerjakan dirumah, bisa sekalian lihat anak. Paling tidak, dekat dengan anak,” katanya.

Sebuah alasan kuat, mengingat kenakalan remaja dan wilayah legok yang sudah melekat sebagai sarang narkoba.

Yuli dan Vera mendapatkan uang dari hasil penjualan batik yang mereka kerjakan. Penghasilan tergantung jenis batik dan jumlah yang dikerjakan. Keduanya mengaku pekerjaan ini sangat membantu ekonomi keluarganya.

Sejak dibina setahun lalu, mereka terus memproduksi batik tulis dan batik cap. Batik Sipin Jajaran kini beranggotakan 18 warga setempat. Omset mereka diatas Rp 100 juta.

“Kalau dari awal kita 25 orang, tetapi karena perbedaan tempat tinggal ada yang diluar kelurahan legok. Jadi kita usai pelatihan, khusus meningkatkan ekonomi yang ada di Kelurahan Legok,” kata  Tinah, Ketua Kelompok Batik Sipin Jajaran.

Seperti halnya Vera dan Yuli, Ibu 3 orang anak ini juga merasa terbantu dengan adanya CSR ini. Selain ekonomi keluarga, juga dapat memiliki wadah untuk ikut serta melestarikan batik khas jambi.

“Sebelumnya kita tidak ada kegiatan, kita hanya ibu rumah tangga murni. Kalau yang saya rasakan setelah adanya CSR ini, jauh berbeda dari yang sebelumya. Dari ekonomi yang kurang normal,  kini sudah bisa menambah pendapatan rumah tangga,” ungkap Tinah.

Yang menarik, Rumah Batik ini sudah berhasil mempatenkan motif batiknya. Dari 5 motif yang sudah dihasilkan, motif Bajubang sudah dipatenkan. Menyusul, 1 motif Pompa Angguk.

“Yang baru dipatenkan itu satu, tapi yang selebihnya itu kita beli, jadi susah untuk dipatenkan. Ada 5 motif disini, Motif Buah Nam-nam, Seluang Mudek,  Bajubang, Lampam serta biota  laut. Selebihnya itu motif lepas-lepas aja,” beber Tina.

Yang menarik, bahan dari batik ini diambil dari alam seperti Kulit Kayu Manis, Kulit Jengkol, Daun dan Akar Mengkudu. Selain pemberdayaan para perempuan, Pertamina EP Asset 1 Jambi Field juga mengedukasi produksi batik ini berbahan alami. Termasuk pengunaan bahan air dan olahannya turut jadi binaan.

Tinah, Ketua Kelompok Rumah Batik Sipin Jajaran saat memberikan warna batik. Binaan CSR Pertamina ini memproduksi batik cap dan batik tulis berbahan alami.
Tinah, Ketua Kelompok Rumah Batik Sipin Jajaran saat memberikan warna batik. Binaan CSR Pertamina ini memproduksi batik cap dan batik tulis berbahan alami.

Upaya ini, mendapatkan penghargaan We are1 st Pemanfaatan Jlamprang dalam UMKM Batik Tulis Ramah Lingkungan (tahun 2018-now) di Provinsi Jambi. Lalu ada Nusantara CSR Award Kategori Peningkatan Mutu Pendidikan Tahun 2017, 2018 dari La Tofi Scholl Of CSR,  Kategori Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Tahun 2018, dan Kategori Peningkatan Mutu Kesehatan Tahun 2019.

Tak cukup sampai disitu, masih ada Penghargaan dari Wali Kota Jambi atas partisipasi dalam menyukseskan program Pemerintah Kota Jambi melalui dana CSR pada tahun 2018 dan tahun 2019.

Rumah batik yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Jambi,  Syarif Fasha dan Manajer Senior Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Andi Arie Pangeran, serta Asset 1 General Manager, Rizal Risnul Wathan pada Selasa (20/8/2019) lalu, merupakan 1 dari beberapa program CSR Pertamina.

Pertamina EP Asset 1 Jambi Field Manager, Gondo Irawan mengatakan, CSR rumah batik tersebut dilakukan assesmentnya pada akhir tahun 2017. Sedangkan untuk pembinaan secara resmi pada awal tahun 2018.

“Hingga kini kami sudah membina dua kelompok yaitu Kelompok Batik Sipin Jajaran dan Kelompok Sablon Putra Sipin Jajaran. Dan sudah mendirikan Rumah Batik di Komplek Kantor Kelurahan Legok, serta telah melakukan program-program rutin antara lain Festival Batik Bersinar setiap bulannya yang bertujuan untuk mencegah penggunaan narkoba bagi anak- anak dan pelajar,” terang Gondo saat di Rumah Batik.

Tujuan utama CSR yang diberikan pertamina di Kelurahan Legok tersebut ialah untuk menciptakan stigma positif masyarakat. Pertamina memberikan pendampingan intensif selama 5 tahun dengan target kelompok dapat mandiri.

“Kini, setidaknya walaupun belum 100 persen stigmanya berubah, sudah banyak perubahan signifikan di kawasan legok, salah satu wujud monumentalnya dengan kami mendirikan Rumah Batik dalam usaha menjadikan kawasan ini sebagai salah satu sentra wisata batik di Kota Jambi,” jelas Gondo yang berasal dari Kabupaten Merangin.

Selain Gondo, hadir juga jajaran Pertamina EP Asset 1 Jambi Field di antaranya Andrew, Pjs. Asset 1 Legal & Relation Manager, Ari Rachmadi, Jambi Legal & Relation Asst. Manager, Alip Triwanto, Jambi Engineering & Planning Asst. Manager, serta Rido Eko Hanggoro, Jambi Production & Operation Asst. Manager, dan Willy Zulkifli, Jambi WOWS Asst. Manager dalam media visit yang diikuti 10 wartawan dari 10 media.

CSR Pertamina

Tercatat, program CSR Pertamina EP Field Jambi baik program  budaya,  pemberdayaan masyarakat, lingkungan maupun edukasi yang sudah dilakukan selain Rumah Batik dan Sablon, diantaranya :

  1. Kegiatan Rumah Baca RUMBAI di Kenali Asam, Kota Jambi
  2. Peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Desa Pompa Air, Bajubang dengan tujuan melawan stunting atau kurang gizi.
  3. Pengembangan kerajinan gulma resam di Desa Pompa Air, Bajubang, Kabupaten Batanghari.
  4. Pemberdayaan ekonomi warga binaan lapas di Kabupaten Muaro Jambi (Dari Kabuapten Batanghari).
  5. Pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Hajran, Kabupaten Batanghari di bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Ada 10 penghargaan yang diraih Pertamina EP Asset 1 Jambi Field dari program CSR tersebut, baik dari organisasi, kementrian dan pemerintah daerah.

Move On Pertamina juga terlihat dari kerja Pertamina EP Jambi Field. Selain produksi, juga terus berinovasi. Ada 3 karya yang diciptakan untuk membantu pekerjaan, meningkatkan efesiensi produksi perusahaan plat merah itu.

(Erw)