Berlarut-larut kasus penganiayan, ayah Betaria Soneta melaporkan ke polisi pada Senin (16/09/2019). Tampak wajah lebam Beta dan laporan polisi.

Kasus Pemukulan di SMA 7 Sarolangun Berlanjut ke Polisi

Hukrim Pendidikan

SAROLANGUN – Tak juga ada upaya untuk penyelesaian kasus pemukulan di SMA 7 Sarolangun, orang tua Betaria Soneta binti Jhon Karim membawa kasus ke polisi. Jika sebelumnya pengaduan, kini kasus jadi laporan polisi.

Hal ini dikatakan Ahmad Sodikin, mewakili keluarga korban saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com, Sabtu (21/09/2019) siang. Bilang Sodikin, tidak adanya upaya maupun itikad baik keluarga Rafli bin Arif Budiman, membuat mereka meningkatkan laporan.

“Ya benar. Laporan atas nama Jhon Karim pada Senin (16/09/2019),” ungkapnya.

Dengan demikian, aktivis muda Sarolangun ini meminta pada polisi, agar segera menangani kasus ini.

“Kami minta kepada Kapolres Sarolangun agar segera menindak lanjuti laporan kami,” tegasnya.

Laporan ini bisa dikatakan bakal didesak. Lantaran kondisi siswi dikabarkan memburuk. Menurut Sodikin, korban terkadang pusing pasca pemukulan lalu.

“Katonyo, mulai dak nampak kalau tulisan kecil-kecil,” ungkapnya.

Berita Terkait : Dari Polisi, Betaria Lapor Kasus Pemukulan di SMA 7 Sarolangun Ke DP3A

Untuk diketahui, kasus Beta sendiri terjadi pada Rabu (04/09/2019). Kasus ini sudah dibawa ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun pada Rabu (11/09/2019).

Sementara Arif Budiman, orang tua Rafli belum bisa dikonfirmasi awak media. Lewat telepon beberapa kali dihubungi, nomor ponsel bernada aktif tapi tidak ada jawaban. (Erw)