Hal Sepele Bikin DAK 15 Milyar Melayang, Muaro Jambi Batal Punya GOR

0
134
Proyek senilai Rp 15 Milyar, batal mengucur ke Muaro Jambi. Sedianya, dana DAK itu untuk pembangunan GOR. Foto : Ilustrasi proyek batal. net
Proyek senilai Rp 15 Milyar, batal mengucur ke Muaro Jambi. Sedianya, dana DAK itu untuk pembangunan GOR. Foto : Ilustrasi proyek batal. net

SENGETI – Dana Alokasi Khusus (DAK) sejumlah Rp 15 Miliar untuk pembangunan GOR di Kabupaten Muarojambi pada tahun 2020 tampaknya, batal. Gagalnya pembangunan GOR yang di harapkan masyarakat itu, di sebut-sebut karena hal sepele.

Hal tersebut sampaikan oleh Eddison, anggota DPRD Muarojambi yang pada masa jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Muarojambi 2015-2019 yang langsung menemui Bapenas.

“Karena tidak mendapatkan penjelasan yang detail, akhirnya kami kunjungi Bapenas. Rupa-rupanya ini kesalahan kecil tetapi fatal, alangkah ruginya kita,” sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa kegagalan ini di sebabkan karena data-data yang di butuhkan oleh Bapenas tidak bisa di buka di Aplikasi Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (Krisna). Dari data-data yang di minta, hanya data sertifikat tanah dari lokasi pembangunan yang bisa di buka.

“Bahwa kegagalan untuk pembangunan GOR itu disebabkan aplikasi Krisna, karena yang tidak hanya melalui aplikasi itu tidak bisa dibuka data-data yang dibutuhkan seperti rancangan-rancangan pembangunan tidak bisa dibuka kecuali yang bisa dibuka yaitu sertifikat tanah,” jelasnya.

“Maka dengan demikian, GOR itu di nyatakan tidak bisa di laksanakan 2020. Kemudian Bappenas memohon kalau memang Muarojambi, bersedia akan di lanjutkan,” tutupnya. (Din)