Dewan Sayangkan Dugaan Pungli di UIN Jadi Sorotan

0
629
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Samsul Anwar angkat bicara terkait biaya mahasiswa baru di kampus UIN. Ia menyayangkan adanya hal tersebut saat menjawab DinamikaJambi.com, Sabtu (24/08/2019) siang.
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Samsul Anwar angkat bicara terkait biaya mahasiswa baru di kampus UIN. Ia menyayangkan adanya hal tersebut saat menjawab DinamikaJambi.com, Sabtu (24/08/2019) siang.

JAMBI – Terkait adanya dugaan Pungutan liar (Pungli), yang dilakukan oleh Dewan mahasiswa (DEMA) dan pihak Rektorat Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, kepada mahasiswa baru berlanjut ke laporan Saber Pungli.

Sebelumnya diketahui, persoalan ini bermula saat DEMA dan Rektorat meminta uang Rp. 50.000 kepada masing-masing mahasiswa baru, untuk keperluan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK). Tak disangka, perkara ini merambat ke ranah hukum yakni Saber Pungli.

Mahasiswa yang merasa keberatan, sempat menggelar aksi unjuk rasa, hingga menyegel gedung rektorat UIN STS Jambi. Bahkan juga membuat laporan, kepada tim Saber Pungli yang saat ini sudah diterima pihak Sekretariat Saber Pungli.

Berita Terkait : Ada Pungli, Diduga Rektor dan DEMA Kerjasama, Mahasiswa UIN Segel Rektorat

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Samsul Anwar meminta pihak kampus untuk segera menyelesaikannya, mengingat banyak orang tua dari mahasiswa UIN yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.

“Kan kasian orang tua mahasiswa yang diminta pungutan biaya seperti itu.” katanya pada Dinamikajambi.com, Sabtu (24/8/19).

Politisi asal Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin ini juga sangat menyayangkan, hal itu dilakukan oleh pihak kampus. Lagi pula ia menilai, penguatan tersebut juga dilarang.

“Kan pungutan seperti itu kan dilarang oleh Dinas Pendidikan. Kalau bisa itu diselesaikanlah, kasian orang tua mahasiswa itu.” tandasnya.

(Nrs)