Bom Molotov Teror Kantor Golkar, Berikut Keterangan Polisi

0
125
Kantor DPP Golkar mendapatkan teror bom molotov, Rabu (21/08/2019). Ada 4 tersangka, dari 2 bom molotov yang dilempar. Foto : Ilustrasi
Kantor DPP Golkar mendapatkan teror bom molotov, Rabu (21/08/2019). Ada 4 tersangka, dari 2 bom molotov yang dilempar. Foto : Ilustrasi

JAKARTA – Aksi teror pelemparan dua bom molotov di DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Nelimurni, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (21/08/2019) polisi menjelaskan detik-detik pelemparan bom molotov. Bom molotov dari botol sirup itu diduga dilakukan 4 orang.

Semua berawal pukul 03.05 WIB, Rabu 21 Agustus 2019 dini hari tadi. Pelaku yang berjumlah 4 orang datang mengendarai dua sepeda motor, masing-masing berboncengan. Hasil pengumpulan informasi, motor tersangka yakni jenis Honda Vario, 1 lagi Yamaha N-Max.

“Kedua nomor polisi sepeda motor pelaku belum diketahui,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rabu (21 /8) dilansir PojokSatu.

Setibanya di sana, pelaku yang dibonceng motor Vario langsung melemparkan botol berisi bensin (bom molotov) ke Kantor DPP Partai Golkar.

Setelahnya, pelaku ini langsung putar balik. Kemudian satu orang yang dibonceng sepeda motor Yamaha N-Max gantian melemparkan molotov. Tapi, kali ini molotov dilemparkan bukan ke gedung melainkan ke arah satpam gedung yang mengetahui aksi pelemparan pertama.

Beruntung lemparan tak mengenai satpam. Molotov hanya mengenai pintu pagar besi kantor DPP Partai Golkar.

Argo menambahkan, berdasar keterangan satpam itu botol kedua yang akan dilemparkan sempat dinyalakan oleh pelaku namun api tidak sempat menyala. Api tidak menyala karena pelaku panik melihat saksi memergoki aksi kedua ini.

Hingga kini terduga pelaku masih diburu. Selain telah memeriksa beberapa saksi, polisi juga sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara guna mengungkap identitas pelaku.

Polisi sendiri sudah menyita bom molotov yang dibuat dari botol sirup itu. Kedua barang bukti ini masih diperiksa juga.

“Setelah itu, keempat pelaku tersebut langsung pergi melarikan diri mengarah ke Jalan S Parman, Jakarta Barat,” jelas Argo. (Red)