Mengaku Jadi Intel, 2 Pria Ini Rampas Uang dan ATM Ojol

0
146
2 pria merampas uang dan ATM Ojek Online. Keduanya beraksi dengan mengaku sebagai intel. Foto : Ilustrasi.
2 pria merampas uang dan ATM Ojek Online. Keduanya beraksi dengan mengaku sebagai intel. Foto : Ilustrasi.

JAKARTA – Dua pria yaitu W dan DS diciduk aparat Polsek Jagakarsa karena jadi polisi gadungan. Atas aksinya itu, atas ulahnya, kedua pelaku mendapat uang hingga jutaan rupiah.

Adalah seorang sopir ojek online bernama Rifqy korbannya. Kejadian terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa 13 Agustus 2019 lalu.

“Kurang lebih kerugiannya Rp60 juta,” kata Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Polisi Harsono saat dikonfirmasi, Selasa 20 Agustus 2019.

Saat beraksi, kedua pelaku ini memberhentikan korban yang tengah memacu sepeda motornya. Lantas korban berhenti karena keduanya mengaku anggota Korps Bhayangkara.

Awalnya korban pikir kedua pelaku cuma mau menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraannya. Tapi, keduanya malah langsung menuduh korban sebagai pengguna narkoba.

Lantas hal itu membuat korban panik. Apalagi korban merasa terus ditekan. Namun, kecurigaan korban muncul manakala keduanya langsung main ikat tangannya. Belum lagi keduanya mengambil uang senilai Rp1,5 juta rupiah miliknya.

Kemudian pelaku juga sempat mengancam korban dengan pistol yang belakangan ternyata pistol mainan. Pistol itu dipakai untuk menakuti-nakuti korban agar tak melawan.

“Kartu ATM korban juga diambil, dia dipaksa memberikan nomor PIN,” katanya.

Setelahnya, korban ditinggalkan begitu saja di lokasi. Korban yang merasa ada keanehan lantas segera ke kantor polisi membuat laporan. Hal itu pun tidak sia-sia. Kedua pelaku ditangkap di tempat berbeda dan hari berbeda pula.

W diciduk di kawasan Pasar Minggu, Jaksel pada Rabu 14 Agustus. Sedangkan DS diciduk di wilayah Kebagusan pada Kamis 15 Agustus 2019.

Akibat nya, keduanya kini harus mendekam dibalik jeruji besi. Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat Pasal 365 subsider Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sumber : Pojoksatu.id