47 Titik Api di Sarolangun, Bupati Minta Camat dan Kades Tak Cuma Mendata

0
150
Provinsi Jambi menjadi sorotan belakangan ini. Bupati Sarolangun, Rabu (14/08/2019) meminta camat dan kades turun. Foto : L
Provinsi Jambi menjadi sorotan belakangan ini. Bupati Sarolangun, Rabu (14/08/2019) meminta camat dan kades turun. Foto : LP2LH

SAROLANGUN – Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko kini tengah siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sehingga petugas Damkar harus tetap standby dalam 24 jam.

Bayangkan saja sehari bisa terjadi empat titik api yang menghantui warga, meskipun yang jadi sasarannya adalah lahan kosong, akan tetapi perihal itu tetap harus dijinakkan sehingga tidak terjadi status gawat darurat.

Bupati Sarolangun H.Cek Endra yang baru sampai dari luar daerah sekira pukul 14.00 Wib, langsung mendatangi kantor Bupati guna memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Di Kabupaten Sarolangun di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun Rabu (14/08).

Dalam rapat yang digelar itu tampak hadir Wakil Bupati H.Hilal Latil Badri, Dandim 0420 Sarko, Sekretaris Daerah Sarolangun, Wakapolres Sarolangun Kompol Atrizal, Camat, Lurah dan Kades, SKPD serta Seluruh Pimpinan Perusahaan yang berinvestasi di Sarolangun juga hadir.

Dalam Laporan Dandim 0420-Sarko Letkol. Kav. Rohyat Happy Aryanto mengatakan untuk saat ini di Provinsi Jambi terdapat 304 titik Hotspot sementara di Kabupaten Sarolangun terdapat 47 titik Hotspot yang mana Kecamatan Limun memilik Hotspot terbanyak yaitu 21 Titik.

“Ini yang membuat kita tetap dalam kondisi siaga, bayangkan 47 titik api terpantau,” ungkapnya

Sementara itu Bupati dalam sambutannya memberi intruksi kepada Camat dan Kades untuk mendata warga yang membuka lahan diwilayah mereka masing-masing serta melakukan sosialisasi terkait pidana bagi warga yang membakar Lahan.

“Saya minta kepada seluruh Camat dan Kepala Desa selesai dari rapat ini segera mungkin mendata apa yang saya sampaikan tadi, namun yang perlu diingat tidak hanya mendatakan saja, akan tetapi dibarengi dengan sosialisasi dampak dari membakar lahan dan juga pidananya,” tegas Bupati

Tidak hanya itu saja, Orang nomor satu di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko ini juga meminta kepada seluruh pihak perusahaan yang di Sarolangun agar perusahaannya wajib memiliki tangki air, embung air di sekitar lahan serta alat dan perlengkapan pemadam kebakaran,

“Diharapkan pihak perusahaan peduli akan kebakaran disekitar lahan mereka, Agar dapat membantu penanganan kebakaran lahan, saya pikir ini yang sangat penting, jika hanya menunggu petugas damkar kita baru memadamnya saya yakin api tidak akan padam, jadi sebelum petugas Damkar datang setidaknya api sudah bisa diatasi. Ayo perihal ini sama sama kita tangani bersama, seperti pepatah sampaikan berat sama dipikul ringan sama dijinjing, jadi mohon kerja samanya untuk mengatasi ini,” tandasnya (Ajk)