Ternyata Pelantikan Kepala SMP 60 Merangin Tanpa Sepengetahuan Kabid GTK

0
1514

MERANGIN – Persoalan Pelantikan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Nomor 60 Merangin, Tanjung Benuang, Pamenang Selatan, yang dilakukan Bupati Merangin Al Haris pada Senin (24/6) lalu terus bergulir.

Sebagaimana diketahui, Kepsek yang bernama Erik Gusparna, S. Si tersebut diduga tidak memenuhi persyaratan sebagai mana diamanatkan Permendikbud No 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Baca Juga: Pelantikan Kepala SMP 60 Merangin Kangkangi Permendikbud No 6/2018? Kabid SMP Malah Akui…

Kali ini Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin Hajrul, S. Pd angkat bicara. Diakuinya, pelantikan tersebut tanpa sepengetahuan  dirinya selaku pejabat tekhnis kegiatan pelantikan.

“Tahunya setelah heboh persoalan pelantikan. Kami cek di data sertifikasi pendidik ternyata beliau (Erik Gusparna) memang tidak memiliki sertifikat pendidikan,” ungkapnya,  Minggu sore (4/8).

Lalu berapa jumlah keseluruhan guru yang memiliki sertifikat pendidikan di Kabupaten Merangin? “Ada sekitar 3000 guru jumlah keseluruhan di Kabupaten Merangin. Sementara yang memiliki sertifikat (pendidikan) itu kurang lebih 1182 guru,” lanjutnya.

Sayangnya, Hijrul enggan dikonfirmasi soal siapa yang memasukkan nama Erik Gusparna pada acara pelantikan bersama 114  Kepsek lainnya. “Saya tidak bisa berkomentar banyak soal itu,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang SMP Disdikbud Merangin, Cecep Arken, S.Pd., M.Pd menyatakan persoalan Kepsek Erik Gusparna kapasitasnya Bidang GTK Disdikbud Merangin. “Kalau itu silahkan tanya GTK, soalnya dia pejabat tekhnis pelantikan,” kata Cecep.

Baca Juga: Disdikbud Merangin Kecolongan: Pelantikan Kepala SMP 60 Merangin Kangkangi Permendikbud No 6/2018?  

Diketahui, penandatanganan ijazah hanya boleh dilakukan Kepsek yang bersertifikat, selain terkendala mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kepala SMP 60 Merangin Erik Gusparna, hingga berita ini dirilis belum berhasi dikonfirmasi. (rdc)